Perkenalan yang berakhir pedih


Lagi seneng-senengnya pake scrambler, sore tadi sambil manasin mesin saya sekalian set up bagian yang kurang rapi. Tak lupa juga muter-muter halaman (Namanya juga lagi happy) :mrgreen:
Kemudian saya juga cek lampu utama dan sein.

image

Lampu pake H4 95watt, mudah-mudahan reflektornya kuat πŸ˜‰

image

Panel speedometer analog penampilannya agak genit dengan warna-warni lampu led.
Kemudian saya duduk diatas motor ini, dan memundurkannya karena posisi parkir kurang pas. Tiba-tiba…. Nyosssss!!!! πŸ‘Ώ
Dapat salam perkenalan dari knalpot.. πŸ˜₯
Padahal selama proses pembuatan scrambler dan test perdana tidak pernah sekalipun kena knalpot. Lha kok pas sudah dirumah malah diajak kenalan knalpot….. Duh! Panas dan pedih! πŸ˜₯

image

Memang yang namanya hal baru harus dibiasakan… Dan paling utama harus hati-hati dan waspada. Gunakan celana tebal atau jeans agar lebih aman.
Pemilihan model knalpot scrambler memang membawa resiko keslomot, dan ini konsekuensi atas pilihan saya πŸ˜₯
Monggo di bully biar pembaca heppy dan saya bertambah pahalanya bikin orang lain happy 😦

Posted from WordPress for Android

Iklan

25 pemikiran pada “Perkenalan yang berakhir pedih

  1. test….wes pirang-pirang tahun ra komen blog je….

    *jare diwedak i beras…ben ra mlempuh…jo lali gudeg krecek e..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s