50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian IV


Kita teruskan lagi cerita kemarin, pada artikel ini sekilas akan menceritakan kejayaan mesin-mesin 2-stroke pada ajang Grand Prix motor.

Mesin 2 Stroke menaklukkan dunia

Mengetahui rencana balapnya digagalkan, Degner akhirnya melakukan perjalanan menuju ke Jepang, di mana ia menghabiskan waktu enam bulan untuk bekerja keras di departemen balap Suzuki – Departemen balap Suzuki bagaikan surga bagi seorang insinyur balap dibandingkan dengan bengkel kecil MZ.

Ernst_Degner_450

Tugas utama Degner adalah untuk membantu Suzuki menciptakan mesin sepeda motor 125cc 2-stroke baru yang harus menghasilkan power setidaknya 22 hp jika dia ingin menerima bayaran sebesar £ 10.000 200.000 dalam nilai uang saat ini).

1962_RT62D_bw_450

Mesin baru Suzuki dengan teknologi RT62 125cc adalah salinan dari mesin MZ single silinder dan mampu menghasilkan power sebesar 24 hp.

suzirm62-2

Pada saat yang sama Suzuki juga menerapkan teknologi jenius Kaaden untuk mesin baru Suzuki RM62 50cc tunggal dan Suzuki RV62 250cc Twin.

1962_RV62_bw_250

Kembali ke Eropa untuk musim balap GP1962, Degner sangat takut bahwa Stasi akan membunuhnya seperti yang mereka lakukan kepada pembelot-pembelot Jerman timur lainnya. Jadi dia menyewa pengawal berotot yang akan selalu mengikutinya pergi kemana-mana. Tetapi ketakutannya tidak terbukti, Stasi membiarkannya dan musim tersebut adalah musim balap dimana Suzuki menemui kejayaan.

Sepeda motor kecil 50cc Suzuki RM62 untuk pertamakalinya mendapatkan poin pada GP Barcelona tahun 1962, kemudian mendapat kejuaraan dunia pertama pada Isle of Man dimana Degner mencapai kecepatan rata-rata 71mph/114.263kph, jauh lebih cepat dari sepeda motor Suzuki kelas 125cc dua tahun sebelumnya.

33988263

Empat bulan kemudia Degner mengamankan poin kejuaraan dunia GP 50cc di GP Argentina, dimana rekan satu timnya di GP kelas 125cc  Hugh Anderson memenangkan kejuaraan pertamanya. Dengan raihan prestasi tersebut Suzuki tidak lagi menjadi bahan lelucon di paddock.

Setelah rahasia mesin 2-stroke dari Walter Kaaden tersebar, maka balapan yang luar biasa terjadi antara mesin-mesin 2-stroke melawan mesin-mesin 4-stroke dimana mesin 2-stroke lebih mendominasi balapan tersebut. Melihat keadaan tersebut untuk menjaga persaingan dengan Suzuki dan Yamaha, Honda bekerja keras dan mampu mengembangkan mesin multi silinder 4-stroke yang luar biasa yang mampu mencapai rpm yang sangat tinggi.

Honda menciptakan mesin 4-stroke twin-silinder 50cc dan empat-lima silinder inline 125cc, keduanya mampu meraih rpm lebih dari 20,000rpm yang memberi mereka daya output per liter lebih 270bhp. (Untuk artikel tentang mesin balap honda 50cc seperti RC112, RC113, RC114, RC115 dan RC116 silahkan diklik)

Melihat Honda yang mampu memberikan tandingan yang sepadan, Suzuki dan Yamaha merespon dengan mengeluarkan mesin 2-stroke multi silinder yang menghasilkan power yang tidak kalah sadis. Yamaha membuat mesin 125cc dan 250cc V4. Sementara Suzuki membangun mesin 250cc 2-stroke square four, yang dijuluki Whispering Deathkarena memiliki kebiasaan susah dikendalikan dan melemparkan pengendara ke dinding lintasan. Sebagian besar kinerja dan performa tinggi mesin 2stroke pada saat itu sangat tidak aman bagi pengendara. 😦

Bersambung…. :mrgreen:

untuk sementara blog libur dulu beberapa hari, karena saya ada tugas ke luar kota… mohon do’anya agar semua berjalan lancar dan kembali pulang dengan selamat 😉

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian IV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s