50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian III


Mari kita lanjutkan kembali cerita tentang skandal spionase di dunia otomotif balap sepeda motor. Setelah kemarin sampai pada tiga tekhnologi kunci dan keinginan Ernst Degner untuk membelot keluar dari Jerman Timur dengan membawa keluarga dan juga rahasia teknologi Walter Kaaden untuk dijual ke Suzuki.

vertrag

Melarikan diri ke Barat

Selanjutnya Degner menyusun rencana rencana. Dengan sedikit keberuntungan isteri dan kedua anak laki-lakinya akan dapat melakukan perjalanan dari Berlin Timur ke Berlin Barat dengan menggunakan sedikit celah di negeri tirai besi (Uni Soviet) melalui jalur kereta sibuk antara Soviet dan Sektor Inggris.

Rencana pelarian mereka direncanakan pada pagi hari tanggal 13 Agustus, atau sehari setelah Degner melakukan balap di GP Ulster di Dundrod.

Tapi rencana tersebut tidak berhasil karena ketidakberuntungan Degner. Perang Dingin sedang pada puncaknya pada tahun 1961, dengan pasukan AS dan Rusia berkumpul di perbatasan sementara presiden Rusia Nikolai Khrushchev mengancam John F Kennedy akan melakukan penghancuran dengan menggunakan lusinan bom hidrogen.

Ketika keluarga Degner terbangun pada pagi hari tanggal 13 Agustus mereka menemukan bahwa perbatasan sangat mencekam dan tidak akan bisa dilewati.

Pada tengah malam pasukan Komunis Jerman Timur mulai melakukan pembangunan tembok yang dikenal dengan nama Tembok Berlin, pemimpin Jerman Timur Erich Honecker menyebutnya sebagai penghalang perlindungan antifasis” nya. Tidak ada jalan keluar bagi Degner dan keluarganya.

Rencana melarikan diri ditunda, kemudian Degner menyusun rencana baru dengan teman Jerman Barat-nya Paul Petry, yang membeli mobil baru Lincoln Mercury, mobil Amerika ini cukup luas kabin dan bagasinya di mana ia sering melakukan perjalanan di seluruh Barat hingga perbatasan Jerman Timur, menyamar sebagai seorang pengusaha dan tertarik pada produk Komunis. Selanjutnya, Petry membangun sebuah kompartemen rahasia di dalam bagasi mobil Lincoln tersebut.

Pada akhir pekan pelaksanaan GP Swedia, Petry membius anak-anak Degner dan menyembunyikannya di bagasi mobil Lincoln dan terakhir membius isteri Degner, Gerda Degner dan disembunyikan juga bersama anak-anaknya. Petry kemudian mengendarai mobil tersebut ke perbatasan dan dia menyadari sepenuhnya jika dia tertangkap maka itu adalah akhir dari hidupnya dan keluarga Degner.

ernst-degner

Sementara itu, Degner bersama Kaaden di sirkuit Kristianstad arena balap GP di Swedia, dia hampir memenangkan kejuaraan dunia. Sebelum lomba dimulai surat kabar negara Jerman Timur telah membuat dan menyelesaikan halaman depannya yang menyatakan kemenangan MZ dengan Degner atas orang-orang kapitalis barat.

Komunis Jerman Timur siap merayakan kemenangan seperti halnya Komunis Rusia yang merayakan keberhasilan  mengalahkan Amerika dengan mengirimkan astronout mereka Yuri Gagarin mencapai orbit pada bulan April, ini memberikan daya propaganda komunis yang besar.

Jika semua berjalan dengan baik di sirkuit Kristianstad, Degner akan meninggalkan GP Swedia sebagai juara dunia, rencananya dia kemudian akan menyelinap pergi dari rekan-rekan dan Tim MZ selama perjalanan pulang yang panjang ke Zschopau. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, ada masalah melanda. Sepeda motor MZ 2-stroke  settingan Kaaden memang sangat cepat tetapi belum memiliki daya tahan yang kuat alias rapuh, dan saat Degner memacunya sepeda motor MZ blow up atau meledak.

mz5

Tapi itu tidaklah penting, kebebasannya lebih penting daripada gelar juara dunia. Malam itu seusai GP, saat tim MZ menyesali kekalahan mereka, Degner melarikan diri. Seorang staf Suzuki mengantarnya dengan sebuah koper yang penuh komponen dan parts penting bagian mesin MZ untuk pergi menuju ke Denmark.

mzcrank

mz1

Kejuaraan dunia musim itu belum berakhir, namun Degner telah berhasil sampai ke Inggris di mana ia mengatur dan berencana untuk meminjam sepeda motor EMC 2-stroke di Inggris untuk mengikuti musim balapan terakhir di Argentina di mana ia masih bisa mengalahkan Phillis dan Honda untuk titel juara. Tapi sepeda motor itu tidak pernah sampai ke Buenos Aires Argentina. Degner yakin ada konspirasi untuk memastikan sepeda motor itu tidak datang, baik antara otoritas Jerman Timur dan pemerintah sayap kiri Argentina atau antara Komunis garis keras yang telah membuat kontak dengan Nazi hunkering turun di Amerika Selatan. Paranoid? Mungkin….

Bersambung… :mrgreen:

 

 

Iklan

7 pemikiran pada “50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian III

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s