Ronda makan gayam


Malam rabu adalah jatah piket ronda saya, kebetulan di daerah saya siskamling masih berjalan dengan baik.Maklum, tinggal di kampung dimana masih banyak kebun dan sawah kalau malam cukup sepi dan gelap.
Malam ini yang kebagian jatah bawa logistik adalah tetangga saya. Teh hangat, criping singkong dan gayam rebus. 😀
Makanan yang terakhir ini bagi sebagian orang mungkin asing dan aneh. Tapi tidak bagi saya yang tinggal di kampung. Gayam merupakan tanaman bernama latinInocarpus fagiferus yang bersinonim denganInocarpus fagifer dan Inocarpus edulis. Tanaman yang dikenal juga sebagai angkaeng dan bosua (Sulawesi) ini dalam bahasa Inggris disebut Otaheite chestnut,Polynesian chestnut, atau Tahiti chestnut.

image

Tinggi pohon bisa mencapai 20an meter. Batang pohon gayam (Inocarpus fagiferus) sering kali beralur tidak teratur, kadang-kadang berakar banir, dengan percabangan merunduk. Pada kulit batang bagian dalam mengandung cairan berwarna merah. Penampilannya terkadang menimbulkan kesan angker dan mistis. 😯

image

Kembali ke buah gayam, buah ini tidak bisa dimakan langsung. Kulit buah yang lumayan keras melindungi inti buah. Untuk membukanya diperlukan parang, istilah jawa “diplathok” alias dibacok. Kemudian inti buah direbus dengan dikasih sedikit garam. Untuk membuat empuk diperlukan waktu yang lumayan lama, tapi jika punya panci presto cepat empuknya :mrgreen:

image

Ini hidangan rondanya :mrgreen:
Pesan orang tua jangan kebanyakan makan gayam, soale bikin kentut bau level dewa 😆

image

Ingat…. bisa bikin kentut level dewa!
Semoga menambah wawasan kita bersama. :mrgreen:

Posted from WordPress for Android

Iklan

10 tanggapan untuk “Ronda makan gayam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: