Setelah rem belakang, kini giliran rem depan


Selamat hari minggu pembaca yang budiman, dapat saya kabarkan bahwa kondisi di lingkungan saya masih berdebu dan belum turun hujan. Abu vulkanik yang tersisa di atap-atap rumah dan pepohonan masih terasa mengganggu jika terkena angin yang bertiup. Jujur saja keadaan ini mulai merasa mengganggu pernafasan, setiap bangun pagi tenggorokkan terasa serak. 😦

Kita tinggalkan dulu cerita abu vulkanik, kini beralih ke kendaraan operasional si kebo panser πŸ˜†

IMG_20140215_142917

Kondisi kendaraan mirip donat ditaburi gula πŸ˜†

Pada tulisan saya terdahulu saya sudah bercerita tentang perbaikan rem belakang. Untuk selengkapnya bisa dibaca disini πŸ˜€ Nah.. kemarin giliran rem depan yang ngiri pengen diservis. Tepatnya rem depan sebelah kanan. 😦

IMG_20140216_082930

Gejala awal terjadinya masalah pada rem depan bagian kanan adalah stir bawaannya belok kekanan terus. Pas dibawa jalan terasa sekali kemudi pengennya ke arah kanan. Kemudian setelah dipakai beberapa lama tercium bau pahit seperti karet terbakar, kemudian pas saya berhenti dan saya cek…. waduh! velg terasa sangat panas. 😯 Terpaksa saya berhenti sebentar untuk mendinginkan kaliper dan cakram. πŸ˜₯Β Kesimpulan saya ini pasti disebabkan karena jalur hidrolis kemasukkan angin atau piston kaliper macet.

Akhirnya hari sabtu kemarin saya bawa ke bengkel mas udin untuk diperiksa. Langsung saja roda diturunkan pakai dongkrak.

IMG_20140215_095331

Dilakukan cek kaliper untuk melihat dan menganalisa permasalahannya. Secara fisik kampas rem masih bisa dipakai (ngirit mode) :mrgreen:

IMG_20140215_095507

Selanjutnya melepas kaliper rem dengan modal kunci 14″ πŸ˜€

IMG_20140215_095621

Sebelum dilepas, nipple buangan oli dibuka dulu untuk mempermudah melepas piston. Dengan bantuan selang oli rem ditampung agar tidak berlepotan :mrgreen:

IMG_20140215_100109

Untuk melepas piston perlu dibantu dengan menekan tuas rem dan master rem agar mendorong piston keluar dari kaliper. Dan terbukti bahwa kondisi piston kotor dan ada karat sehingga saat didorong keluar tidak bisa kembali masuk karena terganjal karat. 😦

IMG_20140215_100148

Didalam kaliper ada dua buah sil karet, yang pertama dibagian dalam ada sil oli dan dibagian luar sil debu/kotoran. πŸ˜€

IMG_20140215_100458

Pembersihan dinding piston ini harus berhati-hati. Pergunakan amplas halus agar tidak meninggalkan luka yang dalam pada piston. Karena luka ini menjadi jalan bagi oli rem untuk bocor. Jika kondisi piston sudah amat sangat aus, dianjurkan untuk di lem biru (lempar beli baru), karena fungsi rem yang sangat vital bagi keselamatan kita. Sil debu juga harus dibersihkan, karena kotoran banyak menempel pada sil ini.

Setelah ritual pembersihan selesai, piston kembali dipasang dan jreeeennngg….!!! Beginilah hasilnya. :mrgreen:

IMG_20140215_102824

Selanjutnya tinggal mengisi oli rem dan kembali dilakukan ritual membuang angin palsu. Selesai sudah servis kaliper rem si panser. πŸ˜‰

Demikian cerita saya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.

Jangan mengabaikan hal-hal vital di kendaraan kita, sedikit perhatian akan menjaga keselamatan kita.

 

 

Iklan

14 tanggapan untuk “Setelah rem belakang, kini giliran rem depan”

    1. Eh.. om varput, kemana aja nih? πŸ˜€
      Kalau blong kemungkinan master yang error atau kemasukan angin. Kalau si kebo piston kotor jadi habis nekan gak mau balik.:D

      1. maap-maap nih lama tak nampak, sedang kejar setoran om :mrgreen:
        betul-betul, masternya eror karena sil bocor dan netes. cek oli rem tinggal seperempatnya saja 😈

      2. Memang harus diperhatikan piranti keselamatan yang satu ini, lengah sedikit bisa celaka. πŸ˜€
        Thanks udah mampir om πŸ˜€

  1. mohon di walkthrough ritual membuang angin palsu
    susah-susah gampang jeh. trike opo ae. nek ndandani dewe kadang suka ngempos.

    *takonkarospesialismerespentil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s