Bahaya debu vulkanik bagi kesehatan manusia


Masih mengikuti postingan sebelumnya, bahwa abu vulkanik dari Gunung Kelud yang hampir menutupi seluruh wilayah Jawa timur, Jawa Tengah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

wpid-wp-1392336333959.jpg

Secara kasat mata tadi pagi saya perkirakan ketebalan debu antara 3-5mm. Dan jika ada kendaraan besar lewat debu tersebut berterbangan. Kondisi terakhir diwilayah Jogja selatan sekarang hujan, akibatnya abu vulkanik tersebut menjadi semacam lumpur bercampur air yang mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor terpeleset. Sekarang mari kita belajar bersama akan bahaya debu vulkanik bagi kesehatan. Jika dilihat menggunakan mikroskup, debu vulkanik akan kelihatan seperti gambar berikut :

Debu vulkanik tersusun dari fragmen batuan halus, mineral dan kaca, debu yang keras, kasar, agak korosif dan tidak larut dalam air. Kandungan debu vulkanik terutama tentang mineral kuarsa, kristobalit, atau tridimit. Ini adalah kristal silika bebas yang diketahui dapat menyebabkan silikosis, penyakit paru-paru yang berpotensi menimbulkan kefatalan bagi penderita.

Partikel debu kecil bisa ditiup oleh angin sejauh ribuan kilometer jauhnya dari gunung berapi, tergantung pada kecepatan angin dan jenis letusan. Debu vulkanik yang terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi tersebut kemudian dapat menyebar. Debu berkisar dalam warna dari abu-abu terang sampai hitam dan bervariasi dalam konsistensi dari grit sampai bubuk halus. Hujan debu dapat menghalangi sinar matahari, mengurangi visibilitas dan dapat menyebabkan keadaan gelap gulita di siang hari.

wpid-wp-1392336443398.jpg

Hal ini juga dapat menimbulkan guntur dan kilat yang terjadi karena adanya gesekan antara partikel halus di udara. Partikel debu yang lebih berat dapat mengakibatkan runtuhnya atap sehingga dapat mematikan bagi orang-orang yang tinggal di dalam bangunan. Debu dan partikel kasar yang masih panas jika dihirup melalui saluran pernafasan dapat menyebabkan panas piroklastik dan hampir selalu menjadi penyebab kematian dari luka bakar internal atau sesak napas.

Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat abu vulkanik yang saya ambil dari http://www.dokterbagus.com

Masalah Saluran Pernafasan

Gejala pernafasan yang ditimbulkan dari efek menghirup debu vulkanik bergantung pada sejumlah faktor seperti yang sudah disebutkan di atas, diantaranya konsentrasi partikel tersuspensi total di dalam udara, proporsi partikel terhirup dalam debu (kurang dari 10 mikron dalam diameter), frekuensi dan lama pemaparan, adanya kristal silika bebas dan gas vulkanik atau aerosol dicampur dengan debu, kondisi meteorologi, faktor manusianya (kondisi kesehatan sebelumnya), dan penggunaan alat pelindung pernafasan.

Gejala pernafasan akut yang sering dilaporkan selama dan setelah debu jatuh antara lain :

  • Iritasi hidung (biasanya hidung meler)
  • Iritasi tenggorokan dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering
  • Gejala bronchitis parah yang berlangsung hingga beberapa hari setelah paparan hujan debu vulkanik
  • Keluhan umum dari penderita asma termasuk sesak nafas, mengi, dan batuk
  • Napas menjadi tidak nyaman

Efek-efek jangka pendek tidak dianggap berbahaya bagi orang-orang yang tidak memiliki keluhan saluran pernafasan sebelumnya .

Masalah Pada Mata

Karena bentuk partikelnya keras maka efek umum yang ditimbulkan oleh grit vulkanik bisa menyebabkan rasa nyeri di depan mata dan konjungtivitis. Karena merasa seolah-olah ada sesuatu di mata dan gatal maka akan menimbulkan godaan untuk menggosok mata dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Gejala pada mata sebagai akibat pajanan debu meliputi:

  • Mata menjadi merah.
  • Abrasi atau Lecet pada kornea (diakibatkan oleh goresan pada bola mata)
  • Peradangan pada sakus di sekitar bola mata yang akan menyebabkan kemerahan, rasa terbakar, fotosensitif (meningkatkan kepekaan terhadap cahaya), konjungtivitis

Bagi anda pemakai lensa kontak disarankan untuk meninggalkan lensa kontaknya guna menghindari kerusakan permanen dari abrasi kornea. Hindari menggosok mata dan gunakan gogle yang sesuai ukurannya.

Masalah pada kulit

Ruam pada kulit dapat muncil dari sifat asam yang dimiliki oleh debu vulkanik. Gejala yang mungkin terjadi pada saat-saat hujan debu dapat berupa:

  • Iritasi dan kemerahan kulit
  • Infeksi sekunder akibat garukan

Sebaiknya selalu tutupi kulit dengan jaket atau baju berlengan panjang. Juga lindungi kepala karena sifat asam yang ada dapat menimbulkan kerusakan rambut. Segera cuci kulit atau rambut dengan air yang tidak tercemar debu segera setelah paparan debu vulkanik.

Masalah Pada Kesehatan Anak
Anak-anak lebih rentan terhadap efek dari debu vulkanik. Orangtua harus waspada dan melakukan beberapa tindakan pencegahan meliputi:

  • Jauhkan anak-anak dari udara luar (masuk ke dalam ruangan)
  • Jika terpaksa pergi ke luar, anak-anak harus memakai masker dengan ukuran yang sesuai.
  • Jangan biarkan bermain di tumpukan debu

Mari kita tingkatkan kewaspadaan, jaga diri kita dan keluarga kita. Dan tidak lupa saya berdo’a semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Amin!

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.

Iklan

16 tanggapan untuk “Bahaya debu vulkanik bagi kesehatan manusia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s