Apa Kabar Kucing Ireng dan Kucing Garong?


Penyakit malas memang berat jika kita tidak berusaha sendiri untuk melawannya… begitu pula yang saya alami akhir-akhir ini. Karena sebagian besar waktu tersita untuk mengurusi pekerjaan, akhirnya nggak ada waktu untuk berbagi cerita lewat media blog ini.  Tapi hal itu nggak jadi masalah juga sih… lha wong blog hanya sekedar media bersosialisasi dunia maya yang nggak banyak tuntutan harus begini harus begitu, harus nulis ini nulis itu dan sebagainya 😆 (malah curhat)

Ok, kali ini saya akan meneruskan cerita tentang kelanjutan proses pembuatan Kucing Ireng versi 2.0 dan telah resminya Kucing Garong berpindah status dan kewarganegaraan :mrgreen:

Sekian lama tertunda karena beberapa hal yang tidak perlu saya ceritakan, maka proses pembuatan Kucing Ireng memasuki tahap perakitan.

setelah cat kering. parts seperti suspensi depan dan belakang kembali dipasang. 😀

Selanjutnya dibengkel mas wakhid acara perakitan dimulai. diawali pemasangan roda depan dan belakang serta standard belakang juga dipasang.

Dan setelah komplit semua komponen dipasang maka terbentuk sebuah sepeda dengan sebongkah mesin kecil ditengahnya 😀

Sepeda ini belum sempurna, alias masih banyak yang perlu dibenahi dan penambahan parts yang belum dipasang. Untuk kelanjutannya masih menunggu pembuatan tangki dan pembuatan transmisi agar Kucing Ireng bisa berjalan dengan gagah!

Selanjutnya saya akan bercerita sedikit tentang Kucing Garong. Kucing Garong alias motor 2nd PZOO ini saya beli via kaskus dari Ibu Kota Jakarta pada Agustus tahun 2011 kemarin.

Kondisi saat saya pinang bisa dikatakan utuh-normal dikisaran 75-80%. Hanya tampilan luarnya yang terlihat kurang di mata saya 😀 (maklum… jalan raya jakarta mirip medan tempur)

Foto diatas saya ambil setelah beberapa minggu berada dirumah… pokoknya udah beberapa kali cimot dan bersih-bersih daki nya! :mrgreen:

Beberapa catatan dan hal yang perlu diperhatikan bagi pembeli Bajaj Pulsar 2nd.

  1. Periksa surat-surat kendaraan (STNK-BPKB-Faktur dan nota pembelian) harus sesuai dengan nomor rangka dan mesin.
  2. Fisik kendaraan harus diperhatikan khususnya kondisi frame/rangka, mesin dan detail kelengkapan berkendara/lalu lintas.
  3. jika anda sudah merasa yakin, cocok dan berketetapan hati maka bayarlah! :mrgreen: (siap dengan segala konsekuensi atas keputusan kita)

Secara umum tiga hal tersebut yang harus diperhatikan dalam membeli motor 2nd, sementara hal yang lain semisal kondisi ban dan hal kecil lain bisa dijadikan alat bargaining 😉

Selanjutnya berdasarkan pengalaman saya selama memakai Pulsar 2nd, ada beberapa hal yang menjadi catatan tersendiri bagi saya. Mungkin ini juga bisa menjadi masukkan bagi calon pembeli Pulsar 2nd.

1.ACCU

Saat pertama kali datang, saya terkendala masalah accu, accu bawaan Pulsar 200 udah gak bisa lama-lama menyimpan arus. Jadinya saat starter pagi hari jadinya main dorong (karena Pulsar gak pake kick starter) akhirnya saya ganti accu bekas. 😆 Problem solved!

gambar dari http://adecahyapurnama.files.wordpress.com

2. SEKRING
Setelah masalah accu beres, beberapa minggu sesudahnya Pulsar saya sering mati kelistrikannya. Saat kunci kontak di ON gak ada tanda2 listrik nyala…. akhirnya dalam beberapa hari terkadang main dorong-dorong lagi! 😆 (motor keren kok dorong) ternyata sekring buatan indihe kalah bagus dengan sekring lokal (posisi dekat accu), dari fisik masih utuh, tapi kok nggak bisa menghantarkan arus. setelah diganti lokalan sampai sekarang gak ada masalah!  problem solved!

** Gambar minjem dari kaskus 😉

3. OLIE

Selanjutnya adalah rembesan oli dari jendela intip pada bak kopling sebelah kanan. Tanpa basa-basi langsung saja motor distandar samping dan ring clip pengunci dicukil pake obeng. Selanjutnya jendela diambil perlahan dengan obeng mini dan di sealer pada bagian dalam dan depan (sayangnya sealer saya warnanya merah, jadinya agak norak) :mrgreen: Problem solved!

Selain itu jangan kaget kalau oli Pulsar mudah berkurang (asal bukan karena rembes atau masuk ke ruang bakar) mesin Pulsar dikenal sebagai mesin yang “HOT”!!! Menurut saya ini disebabkan karena kisi-kisi blok mesin Pulsar termasuk mini dan penggunaan dua busi yang bisa menghasilkan Panas berlebih. Penggunaan Oil Cooled pada PZOO atao PZZO saya rasakan sedikit membantu mengatasi masalah ini. Solusinya siap-siap punya olie cadangan untuk menambah volume olie (kalau berkurang indikator di LCD berkedip) Saya tidak bisa merekomendasikan merk olie, karena masing-masing punya kelebihan tersendiri. 😀

Oil Cooled PZOO saya!

3. KARET TEROMOL

Selain itu, masalah yang saya alami dengan rondo pulsar ini adalah karet damper gir atau biasa disebut “karet angkatan” yang sudah mulai oblak/longgar karena usia dan pemakaian. Berhubung agak susah mencari parts penggantinya akhirnya saya pake ilmu MacGyver :mrgreen:

Bagian yang saya lingkari (ke empat-empatnya) diganjal pake potongan ban dalam sepeda motor.Karet teromol gak oblak lagi sampai sekarang 😆 Problem Solved!

Masih ada satu PR lagi yang belum saya pecahkan…. bunyi-bunyian di wilayah headlamp yang bagi saya membuat risih dan mengganggu kenikmatan berkendara. Kapan-kapan kalau ada waktu luang sekalian mau tak bongkar dan dikasih peredam sakti (karet ban dalam) 😈

Karena beberapa kali warna velg bawaan dari yang punya dulu dikatakan norak oleh juragan bekicot, sekalian saja saya rubah warna velg dan melapis cat dengan clear. Jadinya seperti ini :

Dan sebagai penutup cerita saya kali ini, mulai hari sabtu kemarin Pulsar saya resmi pindah kewarganegaraan dari B menjadi AB, ini dia Si Garong!!

Kalau ketemu dijalan toet-toet ya! :mrgreen: (biar namanya garong tapi baik hati kok!)

Sebagai seorang biker sekaligus konsumen kita harus menyadari, tidak akan pernah ada sebuah produk yang sempurna bagi setiap orang. Untuk itu janganlah kita terkotak-kotak hanya karena fanatisme semu. Apapun kendaraan yang kita miliki, rasa tanggungjawab dan perilaku kitalah yang harus menjadi tolok ukur dalam berkendara. Kendaraan adalah alat bantu manusia semata, tapi ingat! jika tidak disertai tanggungjawab serta perilaku berkendara yang tertib dan santun maka dia menjadi mesin pembunuh nomor 1 dijalan raya.!!!

semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama! 😉

Iklan

38 tanggapan untuk “Apa Kabar Kucing Ireng dan Kucing Garong?”

  1. weh,, rekues artikel P200 nya dipenuhin beneran :mrgreen:
    matur suwun nggih paklek !
    Sami, bunyi2an dari kepala Pulsar bikin risih.. jan tiru2 Supra 125x tenanan :mrgreen:

    1. spesial pake telor buat sampeyan mas! 😀
      untuk masalah meredam bunyi-bunyian besok saya utak-atik dulu, dan akan saya post kemudian (nunggu waktu luang) 😆

    1. perawatan sih biasa saja mas, memang warna hitam sangat mudah terlihat kotor. Saya biasa cuci sendiri pas waktu luang… kalo pas capek ya dicuci stem. untuk bagian mesin perlu lebih rajin membersihkan karena kisi-kisi pendingin blok kecil. saya pake kuas untuk membersihkannya… untuk body banyak merk silicon cair atau wax dipasaran. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s