Pantai Goa cemara


Hari rabu siang sekitar jam 11.00 saya mendapatkan undangan via telepon dari bapak pamong Desa Gadingsari Kecamatan Sanden, untuk menghadiri acara ramah tamah dan silaturahmi antara pamong desa dengan pengurus PKBM Desa Gadingsari Kecamatan Sanden. Kebetulan lokasinya acaranya ada di Pantai Goa Cemara (seminggu yang lalu barusan ke TKP ngantar sedulur Koboys Jogja, Magelang dan Solo berwisata) πŸ˜€

Langsung saja… jam 13.00 WIB saya meluncur ke TKP yang hanya memakan waktu 10-15 menit dari kantor saya.

Noviz nongkrong di perempatan menuju pantai πŸ˜€

Dari perempatan ini lurus ke selatan melewati beberapa rumah penduduk dan kemudianΒ  sampai di lahan pertanian.

mercu suar satu-satunya di Jogja nampak di kejauhan :mrgreen:

Sebelum mencapai lokasi ada satu perempatan lagi, kalau lurus akan menuju ke mercu suar.

mercusuar dari perempatan menuju pantai

Dari perempatan menuju pantai langsung belok kanan sekitar 300 meter sampailah ke lokasi Pantai Goa Cemara.

jalan menuju pantai

Setelah sampai lokasi saya sempat mengambil suasana lingkungan hutan cemara yang ditanam di pasir pantai, menurut cerita cemara ini dirintis dan dibudidayakan warga sekitar pada awal tahun 2000-2001 (dengan cara penyiraman bibit secara tradisional), ternyata pohon cemara udang ini mampu adaptasi dengan lahan pasir yang gersang dan menjadikannya hutan cemara yang sejuk dan rindang.

Dan segera saya menuju lokasi silaturahmi dan ramah tamah yang terletak pada sebuah bangunan panggung yang terbuat dari bambu, cukup artistik dan unik πŸ˜€

Kemudian acara ramah tamah dimulai… skip skip…. langsung kita menuju ke bagian kulinernya :mrgreen:

Hidangan pembuka berupa kacang tanah rebus dan ubi jalar rebus…. rasanya dijamin mak nyusss… πŸ˜†

Coba lihat ubi jalarnya….. jadi ingat….??? 😈 (ingat wortel maksud saya)

Tuh kan…. mirip wortel! πŸ˜†

Lanjut ke menu utama….

Dan ini porsi saya :mrgreen:

Sengaja ambil porsi minimalis….. πŸ˜€ (kalau ambil banyak malu 😳 ) 😈

Setelah acara kuliner selesai, rasanya kurang puas jika tidak menuju ke pantai. Akhirnya saya berjalan sendiri menuju pantai melewati barisan pohon cemara di pinggir pantai yang ditanam pertamakali.

Sebutan Goa Cemara disini bukan berarti Goa sesungguhnya, akan tetapi sebutan untuk barisan hutan cemara yang tumbuh lebat (Khususnya saat musim penghujan) sehingga membentuk semacam lorong-lorong gelap dan terlindungi dari sinar matahari. Berhubung saat ini memasuki musim kemarau, kondisi pohon cemara tidak selebat saat musim penghujan. Meski begitu tetap saja suasana rindang menaungi lorong-lorong atau jalan setapak menuju pantai.

Setelah berjalan kira-kira 25-30 meter menembus barisan hutan cemara, akhirnya sampai juga di “pintu keluar” menuju bibir pantai…

Dan inilah bibir pantai Goa Cemara πŸ˜€

Demikianlah gambaran singkat tentang Pantai Goa Cemara, alternatif wisata pantai di daerah Kabupaten Bantul. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama πŸ˜‰

Iklan

33 thoughts on “Pantai Goa cemara

  1. pada Jogja telah terbentuk stigma, label, atau yang serupa……. bahwa kalo ngomongin pantai di Jogja dengan orang luar Jogja, pasti nyebutnya Parangtritis…..

    Paris udah kayak Mio aja neh kalo nyebut matik…….

    setidaknya itu yang terjadi pada saya :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close