Suzuki “Cyclemotors” (1951-1958)…. mbahnya hayabusa dan gixxer nih!


Sepenggal catatan lama….. sayang untuk dibuang! 😀

Sebagaimana kita ketahui sekarang, jepang merupakan raksasa otomotif dunia. Perkembangan teknologi mesin mereka yang sangat pesat pasca kekalahan mereka pada perang dunia ke II, hal itu tidak lepas dari kemauan keras masyarakat jepang dengan dukungan penuh sang kaisar pada waktu itu (pemerintah jepang). Saat ini beberapa pabrik sepeda motor jepang terkenal di dunia seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki terus melakukan inovasi dan perkembangan pada produknya sehingga mampu bersaing dengan produk sepeda motor dari eropa dan amerika.

Untuk yang pertama kita akan membahas sejarah sepeda motor  Suzuki dengan produk pertamanya yaitu Cycle motor “Power Free”. Kenapa untuk yang pertama saya milih Suzuki… ? ya gak ada apa-apa… :mrgreen:

Mungkin penjenengan pernah membaca sejarah dari Suzuki, tidak ada salahnya kita belajar lagi untuk mengetahui sepeda motor kakek dari kakeknya Suzuki Hayabusa dan Gixxer ini.

Langsung saja tanpa basa-basi, 😉

Kondisi ekonomi yang berat terjadi  di Jepang pada tahun-tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua memunculkan permintaan untuk kendaraan pribadi yang murah, ringkas dan mudah dalam pembuatannya. Sebagian dari kebutuhan ini dapat dipenuhi oleh type sepeda bermesin, dan beberapa jenis kendaraan lain yang sejenis. Sepeda motor Suzuki yang pertama kali dibuat juga untuk memenuhi permintaan tersebut, tetapi pada produksi Suzuki agak berbeda dari kebanyakan produsen sepeda motor lain Jepang.

Michio Suzuki pada usia 64 tahun  mengambil keputusan untuk memulai membuat sepeda motor pada tahun 1951. Sebelumnya Perusahaan Suzuki telah terbentuk  sebelum Perang Dunia II dan bergerak dalam bisnis manufaktur alat tenun. Karena tuntutan dan keadaan pasca perang, Perusahaan Suzuki harus melakukan diversifikasi produk untuk tetap bertahan dalam bisnis dan banyak  terlibat dalam berbagai perencanaan dan rekayasa ringan.

Sepeda motor/sepeda bermesin pertama yang diproduksi oleh SJK (Suzuki Jidosha Kogyo) menggunakan mesin 36 cc yang disebut “Power Free”. Mesin ini berjenis  “square” 36mm × 36mm, 2 stroke yang terpasang dalam rangka sepeda tepat di atas pedal. Tenaga untuk menggerakkan sepeda ini disalurkan menggunakan rantai.

Pedal sepeda ini dapat dikayuh normal saat tidak menggunakan mesin, dan saat mesin digunakan posisi pedal dapat bebas tanpa terpengaruh kerja mesin. Mesin ini juga bisa dibantu dengan pedal saat melaju di tanjakan. Tidak seperti kebanyakan pesaingnya, “power Free” tidak menggunakan mesin buatan dari pabrikan milik tentara jepang atau buatan pabrik lain, tetapi dibuat sepenuhnya oleh Suzuki. Bahkan magnet, fly wheel dan karburator diproduksi sendiri oleh pabrik Suzuki. (mantap!!! 😯 )

Sepeda bermesin “Power Free” hanya dijual  selama beberapa bulan sebelum ditingkatkan spesifikasinya secara substansial. Kapasitas mesin ditingkatkan menjadi  50cc dan ditambah gigi transmisi dua kecepatan.

Pada tahun 1953 model baru, “Diamond Free” diperkenalkan. Sepeda bermesin ini dibuat  sangat mirip dengan Power Free dan menggunakan metode yang sama pada transmisi. Kapasitas mesin ditingkatkan menjadi  58cc (43mm × 40mm), penambahan panel di sisi mesin dibuat secara rapi untuk meningkatkan penampilan. Power output mencapai 2bhp di 4000 rpm. :mrgreen: (lumayan untuk saat itu)

Ada banyak variasi yang dibuat secara lebih detail selama produksi sepeda bermesin ini, terutama dalam desain tangki bahan bakar, rantai dan sistem pembuangan. Selain itu, berbagai type rangka khusus juga tersedia  dengan dilengkapi fitur seperti rem drum/teromol, garpu depan yang telah diperkuat, bahkan ada garpu depan yang telah menggunakan pegas.

Ribuan ” PowerFree” dan “Diamond Free” terjual di Jepang. Pada akhir tahun 1954 sepeda bermesin ini mengalami inovasi dengan diperkenalkannya “Mini Free”.

Ini adalah 50 cc moped, dengan bentuk mesin yang baru. walau dalam beberapa bagian masih mirip sepeda bermesin sebelumnya. “Mini Free” diproduksi sampai tahun 1958 dengan beberapa inovasi pada rangka dan kelengkapan pendukungnya.

tambah lagi nih MF1 buatan 1958!

Produk  Suzuki berikutnya mengalami perubahan besar pada bodi tapi masih dengan mesin yang sama dengan “Mini Free”. Produk tersebut diberi nama “Suzumoped”. :mrgreen: (namanya lucu!!)

Sekian sekilas sejarah cyclemotors dari Suzuki, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama 😉

Keep Brotherhood and safety riding!

Iklan

22 thoughts on “Suzuki “Cyclemotors” (1951-1958)…. mbahnya hayabusa dan gixxer nih!

  1. sebelum bikin motor power free ternyata suzuki tukang bikin mesin tenun …untung segera banting setir tuh..
    gimana kalo bikin mesin tenung juga?

    1. memang cakep mas, kalau punya suzuki A100 bisa dibukin mirip tuh! backbone nya mirip. suspensi depannya comot aja punya suzuki FR80 atau kanibal punya honda C70 – astrea star 😉

    1. 😆
      itu mah teleskopik model jadul mas! kalau diangkat keatas bisa lepas tuh garpu as-nya! :mrgreen:
      kalau rem yang sampeyan maksud memang nyaris seperti mekanisme diskbrake, cuma yang ini mekanis bukan fluida 😀

  2. ooo..ini to kakek buyutnya Gixxer…

    wah, jadi penasaran nih, ntar cucu cicitnya Kucing Ireng jadi kayak gimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close