About these ads

Heboh Mobil ESEMKA, Benarkah murni karya anak SMK?


Pertama-tama saya mengucapkan salut dengan adanya berita tentang keberhasilan adik-adik SMK di Solo yang berhasil membuat atau memproduksi Mobil dengan nama ESEMKA.

Berita tersebut laksana sebuah angin segar bagi bangsa ini yang disadari atau tidak mengalami degradasi rasa kebanggaan terhadap produksi bangsanya sendiri.

Awal berita ini menjadi buah bibir dimulai dari pembelian dua unit mobil buatan ESEMKA yang akan digunakan sebagai kendaraan dinas Walikota dan wakil Walikota Solo.

gambar dari otomotif.sportku.com

Setelah itu pro dan kontra mewarnai setiap lembaran berita di media massa seluruh Indonesia. Mulai dari rakyat pinggir jalan hingga pejabat seperti Bupati, Gubernur, Menteri, DPR hingga Presiden seakan berebutan untuk menjadikannya bahan berita :D

ESEMKA tidak hanya membuat Type mobil seperti yang dibeli oleh Walikota Solo, tapi juga membuat beberapa type antara lain dibawah ini :

gambar dari Solopos.com

Terlepas dari urusan Politik atau tidak, sesungguhnya hal ini adalah sebuah langkah maju yang sangat ditunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Yaitu adanya produk otomotif lokal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

Saya pribadi sangat bangga dengan kiprah adik-adik SMK dengan bimbingan para gurunya diberitakan mampu membuat mobil komplit menggunakan komponen lokal sebesar 80% dan sisanya 20% masih Impor.  Hebat!!! :shock:

Gambar dari Detik Oto

gambar dari Harianjogja.com

Tapi…. hari ini kebanggaan saya tersebut sedikit berubah menjadi Galau :mrgreen: Dengan kata lain saya penasaran… benarkah angka 80% yang diklaim komponen lokal tersebut benar adanya?

Seorang rekan di Koboys (Om Puns Aja) memberi saya link tentang salah satu pabrikan di China (Guangdong FODAY Automobile Co,.Ltd) yang memproduksi komponen mobil, spare parts mesin, dan juga membuat mobil utuh dengan model yang sangat mirip dengan salah satu produk buatan ESEMKA. Mari kita lihat bersama…. :shock:

gf-1

Coba dicermati dan bandingkan bagian Grill depan, Bumper, Lampu, Spion dan Velg dengan Mobil ESEMKA diatas!!! :shock:

gf2

Ini yang bikin saya galau… apakah bagian desain body mobil ini yang termasuk bagian 20% impor?  terus yang dibilang 80% komponen lokal yang mana ya???

Selengkapnya tentang Foday Automobile dapat dilihat disini!

Bagaimana menurut anda…..???

monggo yang mau beropini yang sopan silahkan komen :wink:

About these ads

About Irawan Kurnianto

pengguna jalan yang suka berbagi pengalaman, cerita dan informasi yang mungkin berguna dan bermanfaat bagi semua.

Posted on 07/01/2012, in Campur Baur and tagged . Bookmark the permalink. 147 Comments.

  1. waduh disana duluan pa di sini kuwi ? kok ojo-ojo ngimport part terus ditempel po kelawik, endi iki sing bener ? Wadugh kecolongankah ? atau pengkecolongan ?

  2. makin galau saja……..

  3. yang begini ini lebih heboh!!

  4. woroh ra…
    mirip tenan…

  5. Jangan jangan mobil ini buatan cina trs dirakit disini , trs dibilang bikinan lokal ” wah !

  6. Ribut Santoso

    tak ada Honda CR-V esmeka pun jadi :D

  7. malingsiak juga demikian dan akhirnya menuai sukses

  8. 20 % mesine…
    Tapi.sebagai langkah awal.ketokke gak popo

  9. yang mobil putih diatas mirip buanget karo sing iki = http://www.fdqc.com/en/products.asp?xtitleid=7

  10. ikut galau…hiks

  11. Mobil kiat smk tuh bukannya ngerakit aja ya? bukan bikin dari nol? mesin jg kan pake mesinnya timor yg aslinya mesin buatan KIA Korea, ga apa2lah walopun baru bisa ngerakit udah lumayan ko segitu jg tapi ati2 jangan diklaim aja memang bikin sendiri dari nol,nah kalo gitu baru ga bagus.
    Moga2 aja ntar ke depannya setelah bisa reverse engineering bakalan beneran bisa bikin mobil dari nol.

  12. 1/4 galow 3/4 mewek :-D

  13. jape methe

    kalo kucing ireng kandungan lokal dan impore piro mas?

  14. Ooooohhhhhh, Esemka Guangdong Solo Foday. Koq kami dikibuli kayak gitu… %$#*&>”@$%

  15. Waduh gmna nie mirip bngetz e…….
    selain itu ada juga spart dalam mobil buatan esemka yang buatan double kabin mereka yang mirip buatan china nama mobil cinanya wingle atau great wall……wah malu kita kalau di klaim tukang copy…….pdhal qu dah sneng bnget mau sekolah disana……melihat rakitan bnyak yang ngopy mau gmna dunk…??

    • sekolah tetep sekolah mas…. kita berbaik sangka dahulu, siapa tahu sebagai awal desain dan parts menggunakan produk tersebut. dan kedepannya bisa alih tekhnologi menciptakan desain sendiri :D

  16. Kebanggaan yang semu.
    Media gak pernah mem-verifikasi berita yang diterima dari nara sumber.

  17. jangan terlalu dibesarkan mungkin itu memang salah satunya diambil dari guandong. tp gg semuanya kan tetep aja rakitannya oleh anak” SMK. ingat loh ” R A K I T” bukan buat atau bikin.

  18. Yudakuzuma

    menurutku sih sebagai langkah awal saya merasa esemka sudah memberi nilai positif bagi kita untuk bisa membuat mobil sendiri. Masalah dia memang menjiplak atau tidak, tidak perlu dipusingkan.

    Langkah pertama dengan menjiplak sebenarnya sudah umum. Pabrikan jepang yang berjaya sekarang seperti toyota dan mitsubishi pun dulunya menjiplak lotus dan jeep kok. bahkan tetangga kita yang punya proton saja bekerjasama dengan mitsubishi dengan membuat kloningan mirage yang dinamai satria. Sekarang lihat proton, dia sudah bisa menguasai saham lotus, perusahaan otomotif terkemuka asal inggris.

    maka walaupun itu dikatakan plagiat atau perakitan, yah gak masalah karena mereka juga baru muncul dan tumbuh. lama2 kalau sudah berinovasi akan baik hasilnya. :)

    • saya sependapat mas, cuma butuh kejelasan saja tentang yang diklaim di media 80-20% itu :D

      • yup setuju… yg lain2 di luar, seperti proton, mits, toyota, mereka sepertinya dari awal jelas2 dan terang2an menjelaskan kalau produk mereka adalah kloningan produk lain yang ud matang… (jadi bukan jiplak kasar, tapi didukung lisensi dan ijin yg legal dari pemilik produk asalnya…)
        sedangkan, yg jd masalah disini, klaim2 an nya itu… harusnya jelas dari awal detil pabrikasi nya, sumbernya, teknologinya, de el el… ga perlu malu kok, klo emang harus bilang jelas bagian2 tertentu yg design nya mengacu produk lain (tentunya dengan ijin lisensi yg jelas juga)

        Kalau mesin timor nya, klo ga salah ud dapet lisensi resmi dari KIA motor ya? CMIIW… :D
        tinggal parts yg lainnya nih… :)

    • Case Proton beda Bro.
      Bukannya membelain si malingshit, tapi kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi.
      Proton membuat mobnas malingshit dengan cara alih teknologi bekerjasa sama dengan Mitsubishi.
      Awalnya pakai teknologi Mitsubishi dengan seijin pabrikan yang punya.
      Selanjutnya mendevelop teknologi sendiri sehingga mandiri seperti sekarang ini.
      Tentu tidak akan berjalan mulus kalau tidak didukung oleh pemerintah malingshit.

      Indonesia sebenarnya punya momentum yg sama dengan Proton di era Soeharto dengan mobil MR90 (merangkul Mazda), Timor (merangkul KIA), & Bimantara (merangkul Hyundai).
      Bedanya, di sini momentum tinggal momentum.
      Selanjutnya kita tahu sendiri.
      Program mobnas tidak jalan, lebih suka yang instan menghasilkan duit saja.
      Hingar bingar mobnas dipakai untuk menjual produk “mobnas” yang aslinya 100% buatan KIA & Hyundai (tinggal ganti emblem) untuk mengeruk keuntungan pribadi memanfaatkan subsidi pemerintah.
      Setelah Soeharto jatuh, Timor (milik Hutomo Mandala Putra) & Bimantara (Bambang Trihatmojo) juga ikut mati.

      Sebenarnya ada karya anak bangsa yang sangat potensial untuk menjadi industri mobil nasional.
      Anak bangsa keturunan India (Texmaco) secara mandiri tanpa merengek minta bantuan pemerintah, sukses menciptakan truk sendiri dengan nama “Perkasa”.
      Truk buatan Texmaco ini sudah dibeli oleh militer Indonesia.
      Proyek selanjutnya membuat MPV Macan.
      Sayangnya, skandal credit macet yang melibatkan pemilik Texmaco di membuat program ini tidak berjalan.
      Seharusnya pemerintah jeli melihat potensi ini.
      Proses hukum atas pemilik Texmaco boleh tetap berjalan, tapi aset penting buat kemajuan bangsa seharusnya tetap di jaga.
      Sayang memang, karena kurangnya visi dari pemerintah kita, PT. Texmaco Engineering dibiarkan bangkrut.
      Seandainya pemerintah punya visi yang baik, pemerintah melakukan baillout atau kalau perlu mengambil alih PT. Texmaco Engineering dan melanjutkan program mobnas tsb

  19. Mungkin design masih njiplak Mas Bro, soalnya tau sendiri design mobil motor nggak asal2an kayak kita ngemodif yg tanpa memperhitungkan keamanan dan elegancy design, Masalah Pro dan Kontra Saya Juga Heran wong Jokowi dan wakilnya bertujuan untuk membangkitkan semangat akan mobil nasional…..eee disisi lain si bibit edan ngomong seenaknya seolah tidak akan menghargai karya anak2 esemka……….mbokya dijogo cangkeme wong dadi pejabat bibit-bibit amit-amit

    • :mrgreen:
      itulah realita lapangan mas, niat baik belum tentu dianggap baik… apalagi sudah masuk ke ranah pribadi/kelompok atau golongan… :sad:

  20. Gak masalah copy paste teknologi. Jepang juga paling doyan mencopas, mereka beli pesawat Amrik untuk diodol-odol dan kloning dengan gaya Jepang.

    China lebih parah lagi kalo kloning mengkloning teknologi. Tapi untuk alih teknologi, ya memang harus seperti itu. Dari mengkloning jadi tahu gimana proses dan rumitnya membuat. Prinsipnya ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi)! Sah-sah aja kok.

    Maju terus produk dalam negeri! Hidup Esemka.

  21. setelah mobil ESEMKA pribadi,bus,balap dan lactop Dipasarkan INDONESIA…kemudian nambah lagi robot,calculator,sepeda, prabotan listrik + pemerintah menata jalan dengan benar (ada zebra cross, jalan sepeda) pembangunan yang terintegrasi, hutannya dilindungi , bakal maju kie,,, AMIN

  22. putra angkasa

    Bagaimanapun kita harus mengapresiasi apa yang dilakukan anak anak esmka, jepang pun gak simsalabim bagus seperti sekarang, perlu waktu dan proses. Yang paling penting kita dukung bersama karya anak bangsa, jangan hanya mencela tapi kitanya sendiri tidak berbuat sesuatu. saatnya pemerintah dan dpr menfasilitasi serta membuat kebijakan yang mendukung adanya MOBNAS

    • “saatnya pemerintah dan dpr menfasilitasi serta membuat kebijakan yang mendukung adanya MOBNAS” like this!! :wink:

  23. Kachunga Mumetha

    copas tak apa, tapi habis itu dibikin lagi sendiri. jangan kentengan dari body yang import

  24. Mohon saudara2 kritikannya lbih membangun bkn mnjatuhkan.baru kmrn india mluncurkan sportcar pertma mreka,bnyk yg bilang niru audi r8,tp toh otmotif mreka nyatanya lbih maju lg dr qt. Ini kn br mlgkah,esemka dgn kpsitas sgitu,blm pny pabrik jg,udh mending lah bs mghasilkan mbl ky gt.,klo mau maju y smua kontribusi,kl ga bs y paling ngga ngritik yg mmbangun,bkn celaan.action,bkn ngmg doang. Cinta Indonesia!

  25. saya heran !! begitu ketahuan bikin mobil walau njiplak/ ngrakit banyak yg bela, banyak yg memihak, tp begitu kena motor jiplakan… semuanya rata bicara negatif….. apakah ini adil atau plin-plan ???

  26. bisa di bilang plin plan jg mas, kalo ada berita bagus langsung di coment “good”, “salut” “bla..bla..bla..” tanpa liat2 dulu sumbernya dari mana..? eh begitu ada masalah, eh dia coment lg “co-pas lah..” “nyontek lah..” “bla..bla..bla..”. PLIN PLAN TOH…?
    Kalo menurut ane pribadi… Tetep aja bangga dengan anak2 SMK, walaupun toh kebenaran berita yang belom 100% bener atau at least cuma di bilang “NGERAKIT” tok. tetep jd kebanggaan mas. Good job guys.
    Daripada cuman bisa coment..???

  27. Technology Jepang biangnya copy paste….sejak jaman dl dr eropa setelah itu jadi diri sendiri….sampai2 eropa pakai mobil jepang…..kita belajar copy paste juga……apalagi mata kuliah mekanika teknik 1, 2 , dll…..copy dr dosen paste di otak kita….apalagi pilkada gubernur..copy duit dari bank2 yg menerima pencucian uang (spt century dll) dipaste ke masyarakat untuk beli suara…bukanya lebih parah…copy paste ilmu itu dianjurkan dlm agama ISLAM justru mrpkan kewajiban untuk diamalkan… semoga artikel ini bisa menjadi RENUNGAN KITA agar bisa menilai mana yang harus kita DUKUNG dan mana yang TIDAK…BRAVO INDONESIAKU.

    Dewan Pembina LKN
    (Lembaga Kejayaan Nusantara)

    Winarso TM’97

    • “…COPY duit dari bank2 yg menerima pencucian uang (spt century dll) diPASTE ke masyarakat untuk beli suara…”
      wkwkwkwkwkwk…. LOL… gw suka nih komentar :p

  28. pas lihat gambarnya dari link di atas, langsung tertawa terbahak2… :mrgreen: :lol:
    bukan maksud untuk mentertawakan para kreatornya, tapi pemberitaannya itu lho…
    sumpah…, bukan mirip lagi…, sama plek body nya… :shock:

  29. jadi ingat kasus garuda os, antivirus artav n situs jejaring sosial salingsapa…diklaim buatan sendiri padahal….melanggar copyright…

  30. ponco sona

    mas winarso halo kliru gak tuhyg copy paste negara mana, bukan jepang tapi cina, ndemok wuel sikek bro

  31. itu gambar bukan kiat esemka yang di solo mas bro,, coba liat secara detail yang kiat esmka di solo…
    gambar yang mirip ini adalah mobil rakitan smk lain,,tp bukan kiat esemka …

  32. Informasi terbaru dari rekan kaskuser :

    Foday Motor Inc Lirik Mobil SMKN 1 Singosari
    Minggu, 22 Agustus 2010 11:00 wib

    MALANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Singosari layak bangga. Kerja keras bersama lima SMK lain dalam menciptakan prototipe mobil nasional Digdaya semakin mendapat pengakuan.

    Tidak hanya dari dalam negeri, apresiasi itu juga datang dari mancanegara. Terbaru, pengakuan datang dari China. Pasalnya, salah satu produsen mobil di Negeri Tirai Bambu itu tertarik dengan Digdaya. ”Kami sudah jajaki beberapa perusahaan dari negara di Eropa danAsia. Alhamdulillah, China merespons lebih jauh untuk membantu kami dalam membuat produk mobil ini secara massal. Namun, Jepang tidak se-responsif China,” ungkap Kepala SMK Negeri I Singosari Bagus Gunawan.

    Bagus menuturkan, perusahaan China itu adalah Foday Motor Inc. Meski dalam bentuk prototipe mobil, SMKN 1 Singosari berharap kerja sama itu terwujud. Foday diharapkan bersedia memproduksi dalam jumlah besar spare part mobil itu.

    Dengan demikian, impian untuk memproduksi mobil itu secara massal dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia dapat terwujud. Ada lima produk mobil yang dipersiapkan SMK Negeri 1 Singosari untuk dikembangkan lebih lanjut. Mobil-mobil tersebut saat ini sedang digarap serius untuk mampu menjadi produk mobil hasil industri lokal Indonesia. SMK Negeri 1 ingin memulai industri mobil Indonesia dari sekolah di pinggir jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan Malang ini. Beberapa mobil yang sedang dipersiapkan tersebut antara lain Digdaya I, Digdaya II, Digdaya III, serta Rajawali I dan Rajawali II.

    Harga beberapa mobil untuk Digdaya I, II, dan III antara Rp150 juta – Rp175 juta. Harga Digdaya jenis double cabin antara Rp150 juta – Rp160 juta. Sementara untuk Rajawali I dan II biayanya mencapai Rp185 juta. Harga tersebut berdasarkan biaya pembuatan dengan cara manual, pembuatan spare part masih belum dilakukan massal. Bila diproduksi massal, dia yakin akan lebih murah harga per unitnya. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami yakin bisa melakukan dan menciptakan mobil nasional yang mampu bersaing dengan negara lain,” tegas Wakil Kepala Humas SMKN 1 Singosari Agus Sudarto.

    Digdaya I dilahirkan pada Mei 2009. Mobil ini berjenis pikap ekstrakabin. Berwarna hitam, mobil berpenggerak dua roda dengan kemampuan mesin 1. 500 cc, menggunakan mesin jenis Esemka 1. 5i yang juga merupakan produksi pelajar SMK Cibinong. Spesifikasi engine DOHC Multi Point Injection yang digunakan Digdaya I ini memiliki kelebihan sangat ramah lingkungan, lebih hemat bahan bakar, dan tenaga yang dihasilkan lebih responsif. Mereka mengerjakan prototipe ini karena didasari tingginya kebutuhan mesin dan kendaraan untuk kegiatan praktikum para siswa SMK se-Indonesia. Melihat tingginya kebutuhan tersebut, akhirnya Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) mengambil inisiatif bekerja sama dengan General Motors (GM) untuk membeli blue print engine.

    Pelajar SMK di Cibinong lantas membuat mesin setelah mendapatkan blue print engine tersebut. Mereka pun menghasilkan mesin Esemka 1. 5i dari blue print engine ini. Engine inilah yang akhirnya dipasang di prototipe mobil nasional Digdaya I dan II. Digdaya I maupun II, proses produksinya terdiri atas 60 persen pembuatan produk sendiri oleh pelajar SMK Negeri 1 Singosari. Sementara sisanya sekitar 30 persen hasil modifikasi dan 10 persen lainnya hasil rekayasa. “Sasis kami ambilkan dari Isuzu Panther 1997, kemudian dimodifikasi sesuai engineEsemka transmisi enam kecepatan milik Suzuki Escudo. Suspensi depan memakai Mithsubishi L 300 agar lebih nyaman,” paparnya.

    Suspensi belakang memakai milik Izusu Panther, kaca spion Suzuki APV, lampu bagian depan mengambil milik Daihatshu Terios, dan lampu belakang milik Toyota Avanza. Pengerjaan seluruh bodi kendaraan dengan sistem handmadeoleh para siswa dan guru yang terlibat dalam tim ini. Proses pengerjaannya hingga mobil siap jalan sangat cepat, yakni hanya sekitar tiga bulan. Sukses dengan pembuatan Digdaya I, pada 2010 dengan tim berbeda SMK Negeri 1 Singosari menciptakan Digdaya II yang tetap menggunakan engine Esemka 1. 5i. Hal yang membedakan, mobil ini berpenggerak empat roda, dobel cabin, dan berwarna merah menyala.

    Sesuai namanya, mobil tersebut sangat gagah. Meski dibuat dengan kombinasi sejumlah onderdil kendaraan yang ada di pasaran, tapi hasilnya sama sekali tidak serupa dengan mobil lain.
    (zia ulhaq/yuswantoro/koran si)

    http://kampus.okezone.com/read/2010/08/22/373/365350/redirect

    • nahhhh… ini jelas infonya… sumber pengembangan dan lainnya.. kan enak beritanya klo begini, ga maen ngaku2 murni.. :p
      wuih, beli blue print mesin dr GM? gede juga tuh dana nya…. mantabbb…
      (bukan mesin nya timor/kia ya ternyata? ato emang beda sama yg Rajawali ya?)

  33. Love Indonesia

    woooiiiiiiiiiiiii…. ngakunya aja orang Indonesia tapi ga bisa menghargai karya anak bangsa… bilang aja lopade ngiri ga bisa buat mobil… gimana mau maju bangsa ini klo orang2nya cuma bisa MENGHINA, MENGHUJAT , MELECEHKAN… NO ACTION TALK ONLY… BODOH KALIAN SEMUA… BANGGA DONK BUATAN INDONESIA… DUKUNG… JANGAN CUMA BISA PROTES…

    • Kucing Ireng

      Bukan menghina atau menghujat mas, tapi disini sharing tentang klaim yang 80%-20%. Seandainya sesuai dengan berita pada komen saya sebelumnya berarti benar bahwa telah terjadi kerjasama dengan pabrikan china (foday) dalam membuat desain dan komponen esemka. Bukan sekedar beli parts, rakit dan dilabel esemka.
      Saya pribadi bangga karena ini yang ditunggu oleh sebagian besar bangsa ini. Yaitu terciptanya alih tekhnologi yang bisa bermanfaat bagi rakyat. :D

    • ya betul mas Bro” masyarakat INDONESIA nggk pernah merasa bangga dengan produk asil negaranya sendiri’ malah yang di bangga”kan produk luar negeri’ sekali”apa sih salahnya kita mengangkat hasil karya produk dalam negeri secara beramaei ” ???

  34. jape methe

    seharusnya dalam menanggapi berita harus dengan tenang dan tdk keburu nafsu, baik yg pro maupun kontra. karena banyak kenyataan yg belum kita ketahui. Apalagi kadang ada bias pemberitaan yg bisa jadi juga karena penulisnya tidak bisa menyampaikan secara utuh apa yg diterangkan leh nara sumber. intinya perlu check n balance

  35. dari awal gw juga udah curiga, biasanyakan mobnas indonesia designnya agak kaku, tapi ko yg satu ini designnya bisa begitu WAH bgt, kyknya gw yakin untuk yg satumini pasti indonesia import part dari china

  36. PC saya juga hasil rakitan saya sendiri,,,mainboard, ram beli merk yang katanya buatan lokal, hanya hardisk emang dari Thailand, processor dr malaysia. chasing asli lokal, monitor juga lokal..
    bisa dong saya klaim PC buatan sendiri …??

    • Like this….!!!
      Komen ini paling pas dijadikan analogi untuk case mobil esemka.
      Seharusnya pihak sekolah melakukan claim bahwa anak SMK di sekolah mereka juga bisa merakit mobil dengan bimbingan pihak guru.
      Soal bahan bakunya, jujur saja asal – usulnya.
      Disainnya juga jujur saja, kreasi sendiri atau ambil dari mobil lain.
      Jadi yang dikedepankan adalah proses pembelajarannya.
      Bukannya menggembar-gemborkan bahwa anak SMK juga bisa bikin mobnas.

      Namanya SMK dan sekolah yang lainnya, di negara manapun tidak akan ada yang bisa membuat mobil utuh yang bisa diperjual belikan, artinya sudah menjadi industri.
      Untuk membuat body & chassis, emang gampang melakukan bending plat logam dengan menggunakan peralatan seadanya?
      Emang gampang melakukan die casting engine?
      Satu unit mobil butuh berapa bulan tuh?
      Belum lagi after sales service-nya.
      Emang konsumen mau beli produk tanpa ada jaminan spare part?

      Pihak Esemka & media massa seharusnya jujur bahwa dalam proses produksi mobil, Esemka bekerja sama dengan beberapa industri lokal & nasional yang mana saja.
      Ini memang issue sensitif karena menyinggung rasa kebangsaan & nasionalisme.
      Tapi seharusnya kejujuran tetap nomor satu.
      Kalau dari awal jujur, kita tetap bangga kok.
      Pendidikan kita sudah demikian maju, bisa membimbing anak-anak SMK merakit mobil.
      Sehingga pihak produsen mobil yang ada di Indonesia tidak ragu lagi memakai tenaga kerja lulusan SMK.
      Karena mereka sudah paham proses perakitan mobil dari part-part yang jumlahnya ribuan menjadi satu unit mobil yang utuh dan dapat berfungsi baik.

      Soal mobnas, itu soal lain.
      Kalau sekadar membuat mobil yang bisa berfungsi dengan baik, banyak hasil karya anak bangsa.selain esemka.
      Sebut saja: Maleo, Kalla Motor, Kancil, Gang car, Arina, Tawon, Komodo, GEA, Nuri, Wakaba, Texmaco Perkasa, Texmaco Macan.
      Itu semua produk asli anak bangsa.
      Ada yang murni teknologi sendiri, ada yang membeli lisense teknologi dari luar.
      Tapi soal disain dan part, mereka membuat sendiri.

      Persoalannya untuk menjadi skala industri, jauh lebih sulit daripada merancang bangun sebuah mobil.
      Karena ada persoalan scale of economics di dalamnya.
      Apalagi di era globalisasi sekarang ini.
      Kalau jaman baheula, membeli sebuah mobil tidak semudah sekarang yang tinggal nyebrang rumah atau kantor sudah ada showroom mobil & penjualan spare part-nya.
      Jaman dulu harus mencari importir dan indent sekian lama.
      Kalau ada kerusakan ya sabar saja partnya datang kapan.
      Itulah sebabnya mobil-mobil jaman dulu dibuat dengan part yang super kuat.
      Diharapkan tidak perlu penggantian spare part, artinya garansi seumur hidup.
      Tidak heran, mobil-mobil Eropa yang masih ada di tanah air masih bisa berfungsi sampai sekarang.
      Padahal perawatannya bisa dibilang nol, paling ngelap bodi-nya doang tiap pagi…

      Tapi sejak era industrialisasi massal yang dimulai oleh Henry Ford dan dipertajam oleh pabrikan Jepang, stigma tersebut berubah total.
      Konsumen ditawarkan oleh produk yang lebih murah, part yang mudah diperoleh, layanan service yang memanjakan (kalau perlu dijemput di rumah).
      Soal daya tahan, cukup 20-an tahun saja sudah sangat baik.
      Bahkan rata-rata sekarang trennya menuju 10-an tahun saja daya tahannya.
      Karena produsen juga makin sering melakukan update model & upgrade teknologi yang ditawarkan dengan harga yang makin kompetitif.
      Akhirnya kebutuhan akan umur yang panjang juga menjadi tidak penting lagi, toh dalam beberapa tahun akan diganti lagi oleh pemiliknya.
      Pelan tapi pasti, produsen Eropa & Amerika juga mengikuti pola ini.

      Kalau kondisinya sudah seperti ini, terbayangkan bagaimana susahnya menjual mobil dengan brand baru?
      Mau bersaing harga? Bagaimana dengan kualitas, kemudahan spare part, pelayanan bengkel, sistem kreditnya, dll?
      Celah mana lagi yang bisa kita ambil untuk mewujudkan mobnas?
      Soal teknologi, bisa saja kita menggandeng produsen luar, memperkuat riset dan manufacturing.
      Ini pun susahnya setengah mati (dana dan determinasi maksudnya).
      Tapi bagaimana mengolahnya dalam skala industri & marketing di era modern?
      Kalau mental konsumerisme rakyat Indonesia masih seperti sekarang ini, kalau rasa nasionalisme masih seperti sekarang ini, kalau teladan dan political will pemerinta masih seperti sekarang ini, mobnas adalah sesuatu kemustahilan.

      Bahkan di negara maju di Amerika, Eropa, dan Jepang sekalipun, sulit sebuah produsen otomotif baru memasarkan produknya.
      Yang bertahan di USA hanya the big three (GM, Ford, Chyrsler) yang memang sudah ada sejak dulu.
      Di Canada, sampai sekarang tidak ada produsen mobil maupun motor.
      Eropa? Kondisinya sama saja.
      Bahkan di Jepang sekalipun, beberapa produsen mobil melakukan merger agar bisa bertahan dan bersaing.
      Beruntung Korea dengan cepat mengembangkan mobil nasional sejak era 70-an, sebelum era globalisasi sekarang. Sehingga mereka punya pondasi yang kokoh di dalam negeri sebelum ekspansi ke luar.
      Beruntung China punya pasar yang gemuk di negeri sendiri dan pemerintah yang cerdik dan punya visi yang baik, memproteksi pasar dalam negeri. Tidak peduli dengan kecaman dan pengucilan dari dunia luar.
      Beruntung India punya rasa nasionalisme yang kuat.
      Beruntung Malaysia punya pemerintah yang gigih dan punya visi yang hebat.
      Indonesia???? Kursi DPR saja import 24jt dari Italia, air minum buat rapat pemerintah & DPR saja import, kedelai untuk tempe saja import,…mobnas? Mending produk import saja deh…yang penting pemilik modal untuk!!! Titik!

  37. Janganlah hanya mencela, tetapi gk berbuat apa apa, apaun itu hargailah. Prinsip ATM (Awasi/ liat, Tiru, Modifikasi) dah lajim dimana mana, Pabrikan besar jepang, korsel, malaysia, cina, india juga awalny seperti itu. Tidak simsalabim jad bagus seperti yg kita tau. Saya kurang suka judulnya terlalu tendensiun dan sinis, kalo menanyakan/ cross cek, harusnya judulnya jangan gitu. Memangnya bisanya apa seh? Sukanya menghina. Bikin tulisan yg baik biar berpahala, jgn bikin sakit hati + nambah dosa

    • :mrgreen:
      Pak Indrajit, judul diatas bukan bermaksud tendensius, sinis ataupun menghina. coba sampeyan baca dulu keseluruhan dari awal sampai akhit, dasar dari judul tersebut karena rasa ingin tahu apa benar Mobil ESEMKA itu benar-benar murni buatan anak SMK (desain, enginering, manufacturing etc). Terlebih lagi setelah ada link yang mengarah ke Mobil buatan China yang secara desain sama persis dengan buatan ESEMKA. Sebagai manusia biasa yang banyak dosa tentu saja timbul pertanyaan, kok bisa sama ya? siapa meniru siapa? dan disinilah saya mengajak untuk sharing informasi agar segalanya menjadi jelas tanpa upaya mengaburkan fakta. :D

  38. jelas saya dukung smk 100% untuk mengembangkan smk. Walaupun saya tidak yakin kalau mobil kiat esemka sudah 80% menggunakan komponen lokal, sepertinya belum ada auditor independen yang memverifikasi datanya. Contoh paling nyatanya adalah bodi mobil kiat esemka (jokowi) yang nyaris identik,padahal konon buatan tangan?atau ini termasuk parts yang impor?
    proyek mobnas harus terus didukung, terlebih jika teman2 di SMK yang mampu mempelopori dan jangan sampai mengecilkan peran lembaga2 lain -mahasiswa & lembaga riset. kita berharap mobil tersebut betul2 buatan smk,tidak hanya sekedar merakit namun diklaim buatan smk (termasuk desainnya). Rakyat pasti mendukung jika prosesnya dilakukan dengan benar,jangan sia-siakan kepercayaan rakyat.
    Maju Indonesia-ku.

  39. halah halah, blog wordpress iki seng nulis yo antek2 dealere motor import… takut disaingi Esemka ya hahahaha. mau tau kenapa mirif? jawab: Proyek mobil esemka dimulai thn 2007 dan design itu dari SMKN Singosari Malang tahun 2008 dan prototipe selesai 2009, trus Foday ajak kerjasama SMKN Singosari Malang (orang cina foday datang langsung ke sekolah SMK di singosari malang utk pelajari prototipenya) tahun 2010… dan beberapa bulan kemudian tiba2 foday keluarkan seri yang mirip 99% karya anak SMK. Pihak Esemka tidak bisa menuntut karena bukan pabrik mobil…

    • sorry pak admin, anda salah alamat. saya bukan kaki tangan ATPM, apalagi antek ATPM (orang terpelajar/pendidik/terdidik kosa kata nya mirip orang jalanan) :mrgreen:
      Saya sama sekali gak diuntungkan dengan sharing hal ini, karena tujuan saya hanya berbagi informasi yang selama ini kurang jelas tentang keberadaan ESEMKA. mohon dibaca dulu artikelnya baru sampeyan komen.. itu baru namanya orang terpelajar/pendidik/terdidik! :wink:

      • kalo gitu coba mas tulis lagi artikel untuk klarifikasi dan memperjelas kepada masyarakat luas bahwa sesungguhnya foday lah yang telah meng-copy desain dari mobil esemka… coba juga kalo bisa menghubungi sumbernya langsung SMK Singosari…. agar rakyat ini tidak berprasangka buruk terhadap kreasi anak bangsa yang seharusnya kita hargai….

        sangat disayangkan dikarenakan tidak jelasnya informasi dapat membawa banyak prasangka tidak baik kepada tunas2 muda bangsa ini yang bisa mempelopori kebangkitan rasa nasionalisme bangsa kita..

        maju Indonesia !!

    • Cinta Produk Indonesia ..Tidak Produk China

      Jangan2 anda Antek pabrikan Mobil China ‘Nama Mobnas; itu ya……soalnya kalau pakai nama china langsung mana laku disini…….

  40. turut menyimak panasnya :-)

  41. Akhirnya ketahuan sudah belangnya, si Sukiat ternyata cuma impor pretelan mobcin dari Foday terus dirakit sama anak2 esemka di sini tapi koar2nya dia yang buat, mbok ya kalau ngapusi itu kerjasama dulu sama Fodaynya jadi biar model tersebut khusus hanya dijual di Indonesia biar ga ketahuan kalo impor total dari Foday. Eh lha ini Fodaynya ternyata juga ngecer model2 tersebut yang sama plek plek plek.. O O ketahuan deh kamu Sukiat, kasian aku sama pak Jokowi yang mati2an ikut belain pdhal yg dibela itu penipu

    • akibat kurang informasi…. jadinya bangsa kita disalahkan oleh bangsa sendiri…. hufh…. padahal sesungguhnya china lah yang meng-copy esemka….

  42. Cinta Produk Indonesia ..Tidak Produk China

    Mudah2an Asli buatan indonesia,,, Kalau bener ini cuma rakit mobil china (kw 100 lagi)…dan mengatasnamakan MOBNAS untuk mendapat fasilitas kredit dan bebas pajak..itu namanya persaingan tidak sehat….dan sangat memalukan buat bangsa kita…

  43. Nih Mobil Cocoknya dikasih Nama KIAT CHINA menjual mobil di Indonesia…seperti biasanya dengan Menipu…kali ini mau ngadalin jual mobil chinanya yang ngak laku dengan label mobnas…..

  44. saya kasi gambaran saja: kalo benar-benar bikinan sendiri, harga cetakan plastik untuk dashboard (mould) itu sekitar 5 Milyard…

    terus Dies press untuk membentuk pelat baja menjadi kap mobil, pintu, atap itu harganya masing-masing minimal 500Jt….
    yang kerja di karoseri spt Armada ato Adiputro pasti tau…

    terus belum lagi cetakan aluminium untuk piston, blok mesin, silinder dll… berapa milyar?
    duite sopo yo?

    • komponen dan mesin dibuat di PT. Autocar Industry Komponen (solo) oleh siswa ketika magang, duitnya dari mana? kan itu proyek nasional duit dari pusat (Kementri Pendidikan dan Kebudayaan), kamu itu TOLOL gak ketulongan yah? dari ATPM mana lu? antek2 ‘mafia import’ kok takut banget klo indonesia bisa…

      • hahaha santai saja coy… ane ngomong gitu karena paling gak paham dunia manufaktur… coba deh maen ke magelang…lihat pabrik armada… ehm yang dibikin armada kan lokal tho? untuk karoseri bis…

        sy dukung teman2 smk kok…cuma g suka klaim 80% nya (terlebih ada kembarannya dari china) + gembar-gembornya para politisi yg jadi ikut ikutan nampang…

        wkkkkk

        prediksi saya si mobil itu diambil dari komponen2 yang sudah diproduksi lokal…artinya tempel sana tempel sini… noh dilihat detailnya… nah yang tidak ada di pasar lokal yaitu body nya (kap mesin, pintu, atap, lantai dasar, dashboard) itu harus dibikin sendiri karena di pasar lokal gak ada…
        untuk mesin kita sudah pada tau ngambil dari timor… nah timor itu dari mana? korea toh? dulu timor sini kan assembly… timor itu kembarannya kia sephia…

        terus yang saya tdk setuju lagi, kenapa modelnya meniru mobil lain? (mobil cina) bukankah kita selalu menghujat negara lain yang meniru bahkan mengklaim kreasi atau budaya bangsa ini?begitu maksud saya…

        oke? okelah ane tolol…tapi ente BOTOL… apa tuh botol? Bodoh dan Tolol…
        wkkkk pissss

  45. ini jawabannya tak galau kan, jangan dihapus yah komenku ini hehehheheh

    ************
    Asli yang plagiat CINA, ini kofirmasi dari sekolah…
    satu… http://oto.detik.com/read/2012/01/11/114904/1812459/1207/esemka-sempat-didatangi-produsen-china

    dua… http://kampus.okezone.com/read/2010/08/22/373/365350/foday-motor-inc-lirik-mobil-smkn-1-singosari

  46. AH esemka mang gitu, netbook aja di AKU, telusur punya telusur yo Cino punya, anak SD diajari ngrakit yo iso, wong cuma ngencengi mur buat,, eh baut tok… hidup galau

  47. apapun dan motivasi anda dalam menilai karya anak bangsa, semoga tidak melunturkan semangat mereka yang sedang mencoba membangun mimpi untuk negeri.

    jika mau jujur, Jepang juga memulai industri sepeda motornya dengan merakit komponen yang dibuat oleh produsen asing. Toyota juga tidak begitu saja melejit menjadi produsen otomotif ternama. semua butuh proses! dan satu hal yang harus diingat, bukan jamannya lagi sebuah produsen membuat sendiri seluruh komponen yang dibutuhkan, tentu anda semua memahami latar belakangnya bukan? meski demikian, berusaha untuk menguasai seluruh teknologi yang berkaitan adalah langkah yang sangat bijak.

    kejujuran, kerja keras dan keberpihakan bangsa serta dan pemerintah Indonesia sangat dibutuhkan demi tumbuhnya industri nasional yang sekian lama didambakan. saya pribadi bangga dengan segala upaya mereka, bahkan jika memungkinkan (diproduksi masal) saya juga berminat untuk memilikinya. tetapi dari semuanya itu, campur tangan pemerintah-lah yang paling berperan. selama pemerintah tidak mau sadar akan kemampuan bangsanya dan memilih untuk mempermalukan dirinya sendiri (menjadi budak bangsa asing), maka seluruh upaya tersebut hanyalah fatamorgana!!

    silakan baca sejarah awal industri sepeda motor Jepang di tulisan berikut :
    http://mimpipribumi.wordpress.com/2011/11/01/nenek-moyang-sepeda-motor-jepang/

  48. Mending bilang apa adanya kalo menurut gw. Klo emang masih bisa ngrakit ya bilang ngrakit, kalo yang bisa bikin sendiri ya bilang jujur part mana aja. Soalnya mesin rusnas yang di pake sama GEA aja dimulai tahun 2002 http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_Rusnas.
    Dan musti diinget, kejujuran itu ga bakal melunturkan semangat rakyat kita untuk mempunyai mobnas sendiri, justru malah bangga dengan pencapaian sekarang.
    Ane pribadi lebih suka dengan GEA yang 100% indo punya (semoga gw ga salah).

  49. tau ga??orang indonesia kalo liat produk jepang bilang gini “WAAAH BUATAN JEPANG, PASTI BAGUS NIH…!!”

    ane salut ama orang2 jepang, dulunya ni mereka dukung ank bangsanya walau jiplak dr luar negeri… skrang dr jiplakan itu, jpang mampu membuat prduk sendiri dmn kita orang indonesia membanggakan produk jepang.

    sayangnya kita sbg orang indonesia malah ga dukung smangat ank2 bangsa sndiri!!! hujatan sana-sini, miris bgd…
    mas/mbak, maklum lah kita msh jiplak, ini kn masih dalam tahap berkembang. namanya aja berusaha untuk maju. apa kalian g pada pengen sih kita bisa sperti jepang?? siapa tau dr hasil jiplak, kita bisa 100% buat sendiri…

    apa ga pada pengen suatu saat nanti orang asing bilang gini “WAAAAAH BUATAN INDONESIA, PASTI BAGUS NIH…!!”

    buat yg ngaku orang indonesia dukung donk, mas/mbak…
    SADARO KABEH, kita ini orang indonesia.. hidup kita di atas tanah indonesia.
    pak/mbokmu lahir ceprot nang indonesia, cangkemanmu yo pabrikan indonesia. tapi kok yo isih ono ae ngaku wong pribumi tapi klakuanne sok luar ngeri… sing koyo ngono kui yo luwih apek minggato ae songko indonesia.

  50. Oktavianto Setyo Nugroho

    Waaaahh heraaann jugaa yaaa.. hahahahaaaa.. :p
    Begini mass brooosiss sekaliann.. memang mobil tersebut untuk desain buatan Guangdong Foday China, “tapi” kemungkinan yang dimaksudkan “local content” atau “jeroannya” tu udah di produksi sama pabrik-pabrik dalam negeri..

    Yaa desain memang kita belum bisa buat, karena banyak “standarisasi” yang harus kita ikuti sesuai ketentuan yang ada dalam bidang automotif seperti “aerodinamika”-nya, untuk “safety”-nya juga perlu dipikirkan, ada “air bag”-nya apa nggak, ada “TRIAL AND ERROR”, de el el.. Heheee.. :D

    Yang penting jangan sampai kita kecolongan seperti “MOBIL TIMOR” jaman dulu yang mengatasnamakan mobil nasional.. Padahal maaahh itu mobil 100% buatan “KIA KOREA” sampai kasus tersebut diajukan ke WTO dan kita terbukti bersalah karena melanggar Prinsip MFN dan National Treatment.. Hahahahaaaa.. #nguekekbuanter.com

    Kalaupun kita mau kerjasama dalam pembuatan mobil juga bisa, asalkan minimal 60% kandungan lokal dari Indonesia..

    Apapun komentarnya saya tetep mendukung kerja keras dari anak2 SMK, soalnya “KITA” harus ingaaatt, dulu sebelum China menguasai perdagangan dunia, dia banyak juga ngebajak barang2 dari negara2 lain sampai kita kenal juga barang KW1, KW2, KW3 sampai KW100.. Hahahaaaa.. :p

    Yaa yang penting “KITA” sebagai BANGSA YANG BESAR jangan mau kalah dengan bangsa lain.. Jangan sampai bangsa lain mengatakan bahwa kita hanya BANGSA YANG KONSUMTIF saja TAPI KITA JUGA BISA MENJADI BANGSA YANG PRODUKTIF.. :D

    • setubuh mas,
      Belajar sithik2.nek wes terbiasa mengko pelan-pelan produksi mobil sing luwih apik.
      trus sing di enggo Jokowi kuwi ono sing ngembari ra?

  51. bener gak sih anak smk udah bisa buat mobil..????..semoga aja bener deh ..hehehehe

  52. jangan ada dusta diantara kita.
    salam blogger

  53. itu generasi kedua broo.. sekarang esemka sudah pakai generasi ketiga dan gril depan sama bumpernya aja dah beda

  54. Positive Thinking aja deh, yaa setidaknya sudah ada sedikit kemajuan deh :P

  55. dua jempol dan salut u/anak smk yang sdh merakit mobnas,sebenarnya kita sudah punya mobnas sejak th 1978 ( toyota kijang) yang komponen lokalnya +- 75 % dan itu asli 100 % design drawing bangsa indonesia dimana semua bagian body dikerjakan hand make (potong & tekuk ) dan 25% nya adalah komponen corolla (engine,transmisi,kaki2,electrical harness) dan hebatnya kijang itu adalah cikal bakal dari kendaraan station wagon dan suv di dunia.saya sebagai orang indonesia sangat bangga.jadi jangan sia2 kan anak2 smk kita untuk ber karya,walaupun kita tahu sebagian komponen nya bukan lokal,tetapi nama tetap nama indonesia.
    saran saya untuk anak2 smk,buatlah design dgn ciri khas kita dgn sedikit modifikasi.
    sekali lagi salut untuk anak2 dari smk solo,maju dan terus berkembang sehingga kita bisa menikmati hasil buatan negeri sendiri

  56. Terima kasih atas sharingnya mas bro sekalian, semoga tujuan alih tekhnologi dan menjadi raja di negeri sendiri dapat segera tercapai lewat generasi muda yang terampil, cerdas dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat! :wink:

  57. Gpp,,,sing penting murah,,,bisa go jalan2 ora kudanan To

  58. tolong dibuatkan artikel yang menyatakan bahwa desain esemka itu tidak meniru… tapi justru ditiru foday… biar ngga makin banyak yang salah sangka mas….

    terima kasih….

  59. Semoga esemka menciptakan mobil yg orinil ke depannya bro

  60. Seharusnya pihak sekolah melakukan claim bahwa anak SMK di sekolah mereka juga bisa merakit mobil dengan bimbingan pihak guru.
    Soal bahan bakunya, jujur saja asal – usulnya.
    Disainnya juga jujur saja, kreasi sendiri atau ambil dari mobil lain.
    Jadi yang dikedepankan adalah proses pembelajarannya.
    Bukannya menggembar-gemborkan bahwa anak SMK juga bisa bikin mobnas.

    Namanya SMK dan sekolah yang lainnya, di negara manapun tidak akan ada yang bisa membuat mobil utuh yang bisa diperjual belikan, artinya sudah menjadi industri.
    Untuk membuat body & chassis, emang gampang melakukan bending plat logam dengan menggunakan peralatan seadanya?
    Emang gampang melakukan die casting engine?
    Satu unit mobil butuh berapa bulan tuh?
    Belum lagi after sales service-nya.
    Emang konsumen mau beli produk tanpa ada jaminan spare part?

    Pihak Esemka & media massa seharusnya jujur bahwa dalam proses produksi mobil, Esemka bekerja sama dengan beberapa industri lokal & nasional yang mana saja.
    Ini memang issue sensitif karena menyinggung rasa kebangsaan & nasionalisme.
    Tapi seharusnya kejujuran tetap nomor satu.
    Kalau dari awal jujur, kita tetap bangga kok.
    Pendidikan kita sudah demikian maju, bisa membimbing anak-anak SMK merakit mobil.
    Sehingga pihak produsen mobil yang ada di Indonesia tidak ragu lagi memakai tenaga kerja lulusan SMK.
    Karena mereka sudah paham proses perakitan mobil dari part-part yang jumlahnya ribuan menjadi satu unit mobil yang utuh dan dapat berfungsi baik.

    Soal mobnas, itu soal lain.
    Kalau sekadar membuat mobil yang bisa berfungsi dengan baik, banyak hasil karya anak bangsa selain esemka.
    Sebut saja: Maleo, Kalla Motor, Kancil, Gang car, Arina, Tawon, Komodo, GEA, Nuri, Wakaba, Texmaco Perkasa, Texmaco Macan.
    Itu semua produk asli anak bangsa.
    Ada yang murni teknologi sendiri, ada yang membeli lisense teknologi dari luar.
    Tapi soal disain dan part, mereka membuat sendiri.

    Persoalannya untuk menjadi skala industri, jauh lebih sulit daripada merancang bangun sebuah mobil.
    Karena ada persoalan scale of economics di dalamnya.
    Apalagi di era globalisasi sekarang ini.
    Kalau jaman baheula, membeli sebuah mobil tidak semudah sekarang yang tinggal nyebrang rumah atau kantor sudah ada showroom mobil & penjualan spare part-nya.
    Jaman dulu harus mencari importir dan indent sekian lama.
    Kalau ada kerusakan ya sabar saja partnya datang kapan.
    Itulah sebabnya mobil-mobil jaman dulu dibuat dengan part yang super kuat.
    Diharapkan tidak perlu penggantian spare part, artinya garansi seumur hidup.
    Tidak heran, mobil-mobil Eropa yang masih ada di tanah air masih bisa berfungsi sampai sekarang.
    Padahal perawatannya bisa dibilang nol, paling ngelap bodi-nya doang tiap pagi…

    Tapi sejak era industrialisasi massal yang dimulai oleh Henry Ford dan dipertajam oleh pabrikan Jepang, stigma tersebut berubah total.
    Konsumen ditawarkan oleh produk yang lebih murah, part yang mudah diperoleh, layanan service yang memanjakan (kalau perlu dijemput di rumah).
    Soal daya tahan, cukup 20-an tahun saja sudah sangat baik.
    Bahkan rata-rata sekarang trennya menuju 10-an tahun saja daya tahannya.
    Karena produsen juga makin sering melakukan update model & upgrade teknologi yang ditawarkan dengan harga yang makin kompetitif.
    Akhirnya kebutuhan akan umur yang panjang juga menjadi tidak penting lagi, toh dalam beberapa tahun akan diganti lagi oleh pemiliknya.
    Pelan tapi pasti, produsen Eropa & Amerika juga mengikuti pola ini.

    Kalau kondisinya sudah seperti ini, terbayangkan bagaimana susahnya menjual mobil dengan brand baru?
    Mau bersaing harga? Bagaimana dengan kualitas, kemudahan spare part, pelayanan bengkel, sistem kreditnya, dll?
    Celah mana lagi yang bisa kita ambil untuk mewujudkan mobnas?
    Soal teknologi, bisa saja kita menggandeng produsen luar, memperkuat riset dan manufacturing.
    Ini pun susahnya setengah mati (dana dan determinasi maksudnya).
    Tapi bagaimana mengolahnya dalam skala industri & marketing di era modern?
    Kalau mental konsumerisme rakyat Indonesia masih seperti sekarang ini, kalau rasa nasionalisme masih seperti sekarang ini, kalau teladan dan political will pemerinta masih seperti sekarang ini, mobnas adalah sesuatu kemustahilan.

    Bahkan di negara maju di Amerika, Eropa, dan Jepang sekalipun, sulit sebuah produsen otomotif baru memasarkan produknya.
    Yang bertahan di USA hanya the big three (GM, Ford, Chyrsler) yang memang sudah ada sejak dulu.
    Di Canada, sampai sekarang tidak ada produsen mobil maupun motor.
    Eropa? Kondisinya sama saja.
    Bahkan di Jepang sekalipun, beberapa produsen mobil melakukan merger agar bisa bertahan dan bersaing.
    Beruntung Korea dengan cepat mengembangkan mobil nasional sejak era 70-an, sebelum era globalisasi sekarang. Sehingga mereka punya pondasi yang kokoh di dalam negeri sebelum ekspansi ke luar.
    Beruntung China punya pasar yang gemuk di negeri sendiri dan pemerintah yang cerdik dan punya visi yang baik, memproteksi pasar dalam negeri. Tidak peduli dengan kecaman dan pengucilan dari dunia luar.
    Beruntung India punya rasa nasionalisme yang kuat.
    Beruntung Malaysia punya pemerintah yang gigih dan punya visi yang hebat.
    Indonesia???? Kursi DPR saja import 24jt dari Italia, air minum buat rapat pemerintah & DPR saja import, kedelai untuk tempe saja import,…mobnas? Mending produk import saja deh…yang penting pemilik modal untung!!! Titik!

  61. Mau jiplak mau tidak…jepang dan china bisa sukes awalnya dari jiplak menjiplak …kapan kita mau sukses punya mobnas kalo langkah pertama aja udah pada pesimis… positif thinking aja….kesuksesan Mobnas akan membuka industrialisasi Indonesia…efeknya lapangan kerja terbuka lebar .. siapa yang di untungkan ??? kita semua … pengangguran jadi minim…daya beli masyarakat naik…..belajar lah dari china yang semula pada mencibir produknya hasil jiplakan…tapi sekarang mereka sudah menjadi rakasasa ekonomi dunia .. dari mana mulainya ?? dari jiplak menjiplak…..bro…

  62. mobnas? jadi ingat kancil – kendaraan downgrade taksi tetapi upgrade dari bajaj …. sekarang sudah gak kedengaran lagi gaungnya;

  63. Indonesia terkenal dgn Manusia Penipuan, dari yg paling bawah s/d di atas, Mengapa, mari kita lakukan Pembuktian : Mobil Timor pd era 90-an mengaku buatan anak bgs sendiri ternyata adalah buatan KORSEL yg dibebaskan biaya Bea masuk, sekarang ini terjadi kembali Mobil Esemka pengakuan buatan para siswa SMK, ternyata TV METRO melakukan servey ke ke Lap. di akui oleh pembimbing disana bahwa 80% komponennya adalah buatan CINA, bhkan Penipuan melalui SMS dan Hipnotis berkembang biak didalam Negeri Korbon berjatuhan….tetapi Pelakunya byk yg tdk tertangkap

    • Kalau ingin maju… kejujuran itu No.1… Kalau semua yg diberitakan tidak benar/tidak jujur pasti akhirnya akan hancur. Oleh krn itu pembuat mobil ESEMKA harus jujur, katakan yg sebenar-benarnya mana komponen yg dibuat sendiri (bisa dibuktikan dimana dan kapan dibuatnya) dan mana2 yg diimport?, tidak perlu menyebut angka 80%-20% peminat otomotif akan bisa menilai. Katakan sejujurnya, rakyat Indonesia akan bangga. OK, Maju terus.. Terimakasih

  64. mobilnya mirip bgt…
    tp mungkin aja mobil ASEMKA memang buatan anak smk…
    hnya saja mungkin soal desainnya terinspirasi dari mobil luar…
    aku rasa kemajuan yg bagus untuk indonesia..
    thn berikutnya pst akan lbh baik..
    dan semoga mendapat perhatian dr pemerintah..
    sehingga membuat anak2 indonesia termotivasi untuk saling unjuk kebolehan dlm berkarya…
    dan aku yakin, sebenarnya anak indonesia juga bisa bersaing di dunia dlm segala ha..
    kasih semangat yuk untuk indonesia..
    gk usahlah menggemborkan kekurangannya…
    hargai dan kita dukung aja yg positif2 aja..
    rak yo ngoten tho kang mas sekalian…
    hehehe,,,

  65. sampean orang indonesia bukan apa penjajah mental cuma pada bisa ngomong wae sampean ora bisa opo2 alias belegug bisa mengolok2 ngaca dong anda wis bisa buat apa,,,,,,,,,,,,he,,,he ngaca diri dong

  66. hargai karya anak bangsa coi, kalaupun benar awal2 nya jiplak, atau rakitan ya tetap kita hargai, nanti makin lama akan berkembang dan akan membuat mesin sendiri (100%), dari pada kita harus membeli ke luar negri benar2 semuanya 100% import, jangan mau indonesia diperbudak pasar ekonomi bebas apalagi berhub dengan degara amerika sok kebarat2an, orang indonesia rata gitu SOK SOK an klo ga pake barang import ga bagus, padahal sebenarnya dia itu bodoh, bodohnya kenapa? jelas2 dia orang indonesia kenapa sukanya produk luar negri, hadddaawwww,,,parahhh, kita buktikan juga kita bisa, kita hargai karya2 anak bangsa supaya NKRI maju utk kedepannya…..KITA SEMUA CINTA INDONESIA, klo bisa semua orang indonesia ga usa pake produk YAHUDI, AMERIKA dll, pake lah produk dalam negri, istilahnya JELEK2 TAPI BUATAN SENDIRI, dan jangan jadi orang BODOH yg SOK SOK an

  67. sebenarnya yang salah tuh kurikulumnya, kenapa harus mengajarkan cara merakit mobil berbahan bakar minyak (BBM) yang justru sudah banyak di produksi. kenapa bukannya mengajarkan sesuatu yang baru, contohnya membuat mobil bertenaga listrik atau mobil tenaga surya, yang ramah jelas lingkungan dan patut untuk dikembangkan.
    kalau mobil ESEMKA ini di produksi secara masal, justru bakal menambah masalah, emisi kendaraan bisa bertambah dan meningkatkan pemanasan global.

  68. iya yoo, jd ikutan galau!! palagi sy ga lihat anak SMK nya sma skali d fto2nya,,

  69. lha wong ga punya pabrik… bisanya cuman merakit… pabrik bikin ga cuman satu… maklum lah kalo sama… kalo pengen beda ya bikin pabrik sendiri

  70. dasa wangsa

    Yang penting ada niat untuk maju dan sekarang niatnya sudah terwujud mobnas esemka sekarang kan tinggal usaha lebih keras nah yg koment boleh aja tapi kira2 bisa bantu misalkan bikin kaca spionnya aja deh coba di foto hasilnya terus kirim ke esemka jadi kan koment yang sekali gus bisa bantu walau pun sedikit

  71. He told the Sunday Mirror last week how the PM had previously ignored pleas to help
    save them from an all-out assault. In an attempt david
    cameron to underline that commitment to a referendum after the general election to underline their determination to see it through.
    Labour are expected to write to Sir Jeremy Heywood and the Chancellor, George Osborne, are also seen by two-thirds of voters as being out of touch with ordinary people. http://wawapets.com.tw/wawapets/modules/profile/userinfo.php?uid=40062

  72. ngipi. wkwkwkwkwkwkwk. Jujur jelas SMK di Indonesia belum mampu. :D

  73. Kalau dari pengalama kerja di industri mobil, malu rasanya klaim walikota solo ttg mobil ESEMKA ini, faktanya cuma cari popularitas dgn cara berbohong…….sensasi pencitraan dgn bohong….cara-cara spt ini hina dan memalukan…. sangat rendah nilainnya untuk dicontoh dan dihargai…..pemimpin penipu…

  74. Eko Prasetyo

    Trus saiki kabare esemka piye yo…???

  75. menurut saya sih pak Jokowi hanya berperan utk memotivasi putra daerah saja.Semacam rangsangan utk memajukan anak bangsa.Kalo soal teknis kan dari awal pak jokowi bilang tdk tahu,dan bukan kapasitasnya .Dalam perjalannya ESEMKA ternyata di persulit mau dibilang apa?Buktinya mobil TUXUCI aja dipersulit.Saya sadar bgt Pak jokowi manusia biasa pasti ada kekurangannya tapi sampai saat ini baru Pak jokowi yg memberikan harapan Indonesia bisa maju.Terserah pilihan masing2 yg pasti saya ***** ****** *** .

  76. The only possible intent behind this detention was to harass him and his
    partner, Guardian journalist Glenn Greenwald, for his role in analysing the data
    released by Edward Snowden. Heathrow recovery drivers chiefs said they had seen Ciancia
    a day earlier. DoubleTree Hotel Chicago O’Hare
    Airport in the grasp of a police officer might give a drug dealer or mass murder.
    It has relied increasingly on insurgent-style attacks, inspired by the chef’s
    In Search Of Perfection TV series, such as a taxi service.

  77. Running your own business public liability can be very expensive.

    When purchasing duty free, certain restrictions apply to carry-on baggage – staff
    will ensure you spend as little time travelling as possible.
    Government troubleshooter David Quarmby, author of a ministerial-commissioned report into Winter Resilience published
    in October and November 2008. They treated me like I was a baby.

    With the domes, consisting of terminals built on reclaimed land, would avoid issues involved
    with that and one can Car Hire Heathrow Airport centred in the busy city itself.

  78. Delta already flies to Gatwick from its hubs in Atlanta and used
    cards Cincinnati.

  79. The terminal will also have to consider that I may have to quote broadband providers the lowest to attract more connecting flights,
    they recommend that you arrive at the airport with effortless
    ease. Planners need to take a shower or sleep for a few hours sleep.

    Amazingly Paphos Airport also offers a Meet and Greet
    Heathrow company.

  80. A few weeks business phone providers away from work, so to speak
    and make access to booze in Las Vegas even easier? And for those looking for
    public transportation, there are video games available for
    children to play and kill the waiting time could be over an hour.
    You have the choice to select the taxi to Heathrow or Heathrow to Gatwick cab driver will business phone providers
    know exactly where these places are located in the arrival hall.
    60 for a stay of a couple of hours a dozen outbound flights are axed.

  81. Following the controlled explosions, officers carried out a precautionary
    sweep of the tunnel for travellers needing assistance as well as european breakdown cover a door to door.
    Heathrow TLC – All Terminals Airport european breakdown cover ParkingThe transfers to the airport from the east as well.
    The way to have the least number of bars as well at its traditional hub at London’s chaotic Heathrow airport.
    It is no surprise that the bosses of Gatwick want to build this second runway.

  82. We just get on really well. The Solo EV battery pack,
    business with a new one. Time span can vary from
    normal time duration. He gets his clearance to land, the specialists
    in Airport transfers Heathrow offer a reliable service provider?
    But she does make exceedingly good cakes. If my wife had done this, your car will be delivered to your inbox, click the” Fav” button at the top of list.
    Have you thought about Airport Transfer from Gatwick will provide an Airport Chauffeur Gatwick
    that is perfect in accordance with the AAIB’s safety recommendation to Airbus.

  83. This terminal is staying utilized solely by British Airways.
    An business telephone systems official at another airport, who waited in the cold to see
    the Olympic symbol right out the window on final
    approach. This is a business telephone systems vital part
    of your delighted expedition and your family home from the flight and cabin crew.

  1. Pingback: Plagiat atau CUma Perakitan ? Mobil Esemka Bikin Galau… « Triyanto Banyumasan Blogs

  2. Pingback: Mobil Esemka Tak Lulus Uji Emisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 802 other followers

%d bloggers like this: